Paksakan Ical, Golkar tak realistis
Sabtu, 01 Desember 2012 - 08:38 WIB
Paksakan Ical, Golkar tak realistis
A
A
A
Sindonews.com - Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Iberamsjah menilai, Partai Golkar tidak realistis dalam menetapkan calon Presiden dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 yang akan datang.
"Memaksakan Ical itu percuma, bahkan dia saja tidak masuk kedalam 20 besar, itu berat sekali. Lebih baik Golkar majukan Jusuf Kalla yang elektabilitasnya jelas-jelas tinggi. Dalam hal ini Ical harusnya bisa legowo dan jumawa untuk mengatakan mundur," ujarnya saat dihubungi Sindonews, Sabtu (1/12/2012).
Ditambahkan dia, sebagai partai yang berpengalaman, harusnya Golkar belajar. Ical tidak laku di tengah masyarakat, bahkan banyak memiliki kasus. "Golkar harus pragmatis realistis, dan sesuaikan marketing dengan selera massa pendukungnya," terangnya.
Dalam berbagai survei juga, nama Kalla masih lebih tinggi. Hal itu berarti, secara marketing Kalla disukai oleh masyarakat. Sebenarnya, alasan masyarakat suka dengan Kalla adalah karena, mantan Wakil Presiden (Wapres) itu jarang bermasalah.
"Orang lebih menyukai JK. Dia negarawan, bisa menyelesaikan konflik. Dia juga tidak punya rekam jejak hitam dalam politik," imbuhnya.
"Memaksakan Ical itu percuma, bahkan dia saja tidak masuk kedalam 20 besar, itu berat sekali. Lebih baik Golkar majukan Jusuf Kalla yang elektabilitasnya jelas-jelas tinggi. Dalam hal ini Ical harusnya bisa legowo dan jumawa untuk mengatakan mundur," ujarnya saat dihubungi Sindonews, Sabtu (1/12/2012).
Ditambahkan dia, sebagai partai yang berpengalaman, harusnya Golkar belajar. Ical tidak laku di tengah masyarakat, bahkan banyak memiliki kasus. "Golkar harus pragmatis realistis, dan sesuaikan marketing dengan selera massa pendukungnya," terangnya.
Dalam berbagai survei juga, nama Kalla masih lebih tinggi. Hal itu berarti, secara marketing Kalla disukai oleh masyarakat. Sebenarnya, alasan masyarakat suka dengan Kalla adalah karena, mantan Wakil Presiden (Wapres) itu jarang bermasalah.
"Orang lebih menyukai JK. Dia negarawan, bisa menyelesaikan konflik. Dia juga tidak punya rekam jejak hitam dalam politik," imbuhnya.
(san)