Golkar lebih baik rela lepas Ical
Jum'at, 30 November 2012 - 10:31 WIB
Golkar lebih baik rela lepas Ical
A
A
A
Sindonews.com - Jika memang Aburizal Bakrie (Ical) sudah tak layak lagi untuk diusung sebagai calon presiden di Pilpres 2014, Partai Golkar lebih baik tak usah memaksakan diri.
Partai berlambang pohon beringin itu harus rela untuk tmelepas Ical dan segera mencari tokoh lain yang memiliki peluang lebih besar.
"Harus ada evaluasi dan kerelaan untuk tidak mencalonkan Ical," kata Pengamat Politik Maswadi Rauf saat dihubungi Sindonews, Jumat (30/11/2012)
Masih banyak tokoh-tokoh yang bisa diusung Golkar untuk Pilpres nanti. "Golkar tidak perlu khawatir, banyak calon. Gudangnya ada di Golkar, sebetulnya orang Golkar itu cukup banyak," ujarnya.
Salah satu tokoh yang sekarang sedang gencarnya diwacanakan akan maju ke Pilpres adalah Jusuf Kalla (JK). Menurut Maswadi masih ada peluang bagi mantan Wakil Presiden (wapres) itu untuk menggantikan Ical maju ke Pilpres.
"Jika elektabilitas Ical tak kunjung naik, berarti inilah peluang untuk bisa diambil JK. Sebenarnya itu saja kebutuhan Golkar," imbuhnya.
Terkait peluang orang muda yang muncul untuk menggantikan Ical, Maswadi mengatakan semua tergantung perkembangan secara alamiah.
"Adanya orang muda tidak bisa dipaksakan. Pemuda itu berkembang secara alamiah, dari bawah sampai ke pucuk, tergantung pada kreatifitas," pungkas Maswadi.
Partai berlambang pohon beringin itu harus rela untuk tmelepas Ical dan segera mencari tokoh lain yang memiliki peluang lebih besar.
"Harus ada evaluasi dan kerelaan untuk tidak mencalonkan Ical," kata Pengamat Politik Maswadi Rauf saat dihubungi Sindonews, Jumat (30/11/2012)
Masih banyak tokoh-tokoh yang bisa diusung Golkar untuk Pilpres nanti. "Golkar tidak perlu khawatir, banyak calon. Gudangnya ada di Golkar, sebetulnya orang Golkar itu cukup banyak," ujarnya.
Salah satu tokoh yang sekarang sedang gencarnya diwacanakan akan maju ke Pilpres adalah Jusuf Kalla (JK). Menurut Maswadi masih ada peluang bagi mantan Wakil Presiden (wapres) itu untuk menggantikan Ical maju ke Pilpres.
"Jika elektabilitas Ical tak kunjung naik, berarti inilah peluang untuk bisa diambil JK. Sebenarnya itu saja kebutuhan Golkar," imbuhnya.
Terkait peluang orang muda yang muncul untuk menggantikan Ical, Maswadi mengatakan semua tergantung perkembangan secara alamiah.
"Adanya orang muda tidak bisa dipaksakan. Pemuda itu berkembang secara alamiah, dari bawah sampai ke pucuk, tergantung pada kreatifitas," pungkas Maswadi.
(lns)