Soal inisial, SBY disinggung dalam sidang Tipikor
Kamis, 29 November 2012 - 15:50 WIB
Soal inisial, SBY disinggung dalam sidang Tipikor
A
A
A
Para kader Partai Demokrat diketahui hobi dalam menggunakan singkatan nama mereka dalam sapaan sehari-sehari. Hal tersebut mengikuti langkah presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menyingkat namanya menjadi SBY.
Fakta tersebut terungkap dalam persidangan kasus penyuapan pengurusan anggaran di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan terdakwa Angelina Sondakh di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta.
Majelis hakim sempat mempertanyakan ketika ada inisial nama BKH alias Benny Kabur Harman yang kerap disebut sebut dalam kesakisan.
"Itu karena petingginya (mengunakan inisial) SBY, jadi kita ngikutlah," kata Nazaruddin di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (29/11/2012).
Nazarudin mengakui, perilaku penggunaan inisial seperti itu dianggap sudah lazim digunakan di Partai Demokrat. “Kalau AU untuk Anas Urbaningrum, BHK atau Benny Kabur Harman, dan NZ itu saya yang mulia,“ jelas Nazarudin.
Majelis hakim yang diketuai oleh Sudjatmiko pun sempat tergelak tawa mendengar penjelasan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu.
Fakta tersebut terungkap dalam persidangan kasus penyuapan pengurusan anggaran di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan terdakwa Angelina Sondakh di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta.
Majelis hakim sempat mempertanyakan ketika ada inisial nama BKH alias Benny Kabur Harman yang kerap disebut sebut dalam kesakisan.
"Itu karena petingginya (mengunakan inisial) SBY, jadi kita ngikutlah," kata Nazaruddin di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (29/11/2012).
Nazarudin mengakui, perilaku penggunaan inisial seperti itu dianggap sudah lazim digunakan di Partai Demokrat. “Kalau AU untuk Anas Urbaningrum, BHK atau Benny Kabur Harman, dan NZ itu saya yang mulia,“ jelas Nazarudin.
Majelis hakim yang diketuai oleh Sudjatmiko pun sempat tergelak tawa mendengar penjelasan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu.
(kur)