Nazar tuding KPK berpolitik
Kamis, 29 November 2012 - 15:23 WIB
Nazar tuding KPK berpolitik
A
A
A
Sindonews.com - Tidak kunjungnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng dan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum sebagai tersangka kasus korupsi wisma atlet dianggap karena adanya permainan.
Terpidana kasus wisma atlet, Muhammad Nazaruddin, menganggapnya ada suatu permainan politik yang sedang dilakukan KPK.
"Pimpinan KPK bermain politik. Sengaja diulur-ulur mendekati 2014 baru Anas sama Andy di tersangka, biar Demokrat hancur," kesal Nazarudin di sela-sela persidangan Angelina Sondakh, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (29/11/2012).
Nazar menilai, ada pihak-pihak tertentu yang telah mengendalikan KPK. Itulah yang kemudian menjadi pertimbangan dirinya dalam melontarkan pernyataan tersebut.
"Kalau tidak, sudah layak sekali Andy dan Anas ditersangkakan," tegasnya.
Padahal menurut Nazar, dirinya telah memberikan seluruh data terkait keterlibatan Andi dan Anas.
Terpidana kasus wisma atlet, Muhammad Nazaruddin, menganggapnya ada suatu permainan politik yang sedang dilakukan KPK.
"Pimpinan KPK bermain politik. Sengaja diulur-ulur mendekati 2014 baru Anas sama Andy di tersangka, biar Demokrat hancur," kesal Nazarudin di sela-sela persidangan Angelina Sondakh, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (29/11/2012).
Nazar menilai, ada pihak-pihak tertentu yang telah mengendalikan KPK. Itulah yang kemudian menjadi pertimbangan dirinya dalam melontarkan pernyataan tersebut.
"Kalau tidak, sudah layak sekali Andy dan Anas ditersangkakan," tegasnya.
Padahal menurut Nazar, dirinya telah memberikan seluruh data terkait keterlibatan Andi dan Anas.
(rsa)