Mahfud: JK pantas nyapres, karena punya uang
Kamis, 29 November 2012 - 15:02 WIB
Mahfud: JK pantas nyapres, karena punya uang
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyebut mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf kalla (JK) sangat pantas maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang. Karena JK memiliki uang serta amunisi yang cukup untuk pertarungan di Pilpres itu.
"Yang paling (pantas maju Pilres) jelas Jusuf Kalla, yang jelas dia punya uang dan popularitas," kata Mahfud saat ditemui di MNC Plaza Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (29/11/2012).
Pernyataan itu diungkap Mahfud saat dia mengatakan tidak percaya diri untuk maju dalam Pilpres 2014 mendatang. Selain itu, Mahfud juga mengaku tak punya uang untuk bertarung dalam pesta demokrasi tersebut.
"Sekarang ini masih dalam tahap belum percaya diri, uang juga enggak punya banyak," ujarnya.
Walaupun uang bukan hal yang utama, kata Mahfud, namun dia takut tersandera nantinya. "Saya meyakini perbuatan KKN, money politic akan mencelakaan kita nantinya, enak dan senangnya hanya sesaat," tuturnya.
Oleh karena itu Mahfud belum dapat menentukan sikapnya untuk maju pada perhelatan pesta demokrasi lima tahunan itu. "Saya belum bisa mengatakan siap enggak siap," kata Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) itu.
"Yang paling (pantas maju Pilres) jelas Jusuf Kalla, yang jelas dia punya uang dan popularitas," kata Mahfud saat ditemui di MNC Plaza Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (29/11/2012).
Pernyataan itu diungkap Mahfud saat dia mengatakan tidak percaya diri untuk maju dalam Pilpres 2014 mendatang. Selain itu, Mahfud juga mengaku tak punya uang untuk bertarung dalam pesta demokrasi tersebut.
"Sekarang ini masih dalam tahap belum percaya diri, uang juga enggak punya banyak," ujarnya.
Walaupun uang bukan hal yang utama, kata Mahfud, namun dia takut tersandera nantinya. "Saya meyakini perbuatan KKN, money politic akan mencelakaan kita nantinya, enak dan senangnya hanya sesaat," tuturnya.
Oleh karena itu Mahfud belum dapat menentukan sikapnya untuk maju pada perhelatan pesta demokrasi lima tahunan itu. "Saya belum bisa mengatakan siap enggak siap," kata Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) itu.
(mhd)