Ponsel Nazar-Anas anti sadap?
Kamis, 29 November 2012 - 14:59 WIB
Ponsel Nazar-Anas anti sadap?
A
A
A
Sindonews.com - Mantan bendahara umum Partai Demokrat (PD) Muhamad Nazaruddin mengaku alat komunikasi yang dimilikinya untuk berkomunikasi dengan Anas Urbaningrum telah dipasangi peralatan anti sadap.
Hal itu diungkap Nazaruddin dalam kesaksian di persidangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), saat majelis hakim yang diketuai Sudjatmiko bertanya cara berkomunikasi dengan Ketua Umum Partai Demokrat itu.
"Saya ada telepon khusus sama Mas Anas yang anti sadap," terang Nazar dalam sidang dengan terdakwa Angelina Sondakh, di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (29/11/2012).
Telepon khusus anti sadap yang dimiliki Nazar berfungsi untuk menghindar dari pantauan Anas sendiri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pasca penangkapan Mindo Rosalina dan Wafid Muharam, terkait kasus korupsi wisma atlet.
Dengan telepon anti sadap tersebut, Nazar mengaku sempat tidak bisa dihubungi oleh Anas. Hingga akhirnya Anas berhasil menghubunginya dan memerintahkannya ke Kantor DPP Partai Demokrat.
“Dua hari setelah itu (penangkapan Mindo Rosalina dan Wafid Muharram) saya dipanggil ke DPP. Anas lalu marah-marah menanyakan kenapa bisa sampai terjadi penangkapan itu. Tapi saya mengaku tidak tahu itu,“ jelasnya.
Nazar pun melanjutkan, dalam pertemuan tersebut, Anas kemudian memerintahkan Nazar untuk segera membuat langkah-langkah untuk mengantisipasi persoalan tersebut.
“Dia bilang segera lakukan langkah politik melokalisir, siapkan biaya untuk aparat hukum, media,“ pungkasnya.
Hal itu diungkap Nazaruddin dalam kesaksian di persidangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), saat majelis hakim yang diketuai Sudjatmiko bertanya cara berkomunikasi dengan Ketua Umum Partai Demokrat itu.
"Saya ada telepon khusus sama Mas Anas yang anti sadap," terang Nazar dalam sidang dengan terdakwa Angelina Sondakh, di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (29/11/2012).
Telepon khusus anti sadap yang dimiliki Nazar berfungsi untuk menghindar dari pantauan Anas sendiri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pasca penangkapan Mindo Rosalina dan Wafid Muharam, terkait kasus korupsi wisma atlet.
Dengan telepon anti sadap tersebut, Nazar mengaku sempat tidak bisa dihubungi oleh Anas. Hingga akhirnya Anas berhasil menghubunginya dan memerintahkannya ke Kantor DPP Partai Demokrat.
“Dua hari setelah itu (penangkapan Mindo Rosalina dan Wafid Muharram) saya dipanggil ke DPP. Anas lalu marah-marah menanyakan kenapa bisa sampai terjadi penangkapan itu. Tapi saya mengaku tidak tahu itu,“ jelasnya.
Nazar pun melanjutkan, dalam pertemuan tersebut, Anas kemudian memerintahkan Nazar untuk segera membuat langkah-langkah untuk mengantisipasi persoalan tersebut.
“Dia bilang segera lakukan langkah politik melokalisir, siapkan biaya untuk aparat hukum, media,“ pungkasnya.
(rsa)