Kompol Hendy: Penetapan Miranda tabrak SOP
Selasa, 27 November 2012 - 20:52 WIB
Kompol Hendy: Penetapan Miranda tabrak SOP
A
A
A
Sindonews.com - Setelah keluar dari penyidik KPK, Kompol Hendy F Kurniawan langsung membeberkan kinerja KPK yang dianggap tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Salahsatunya terkait penerbitan surat perintah dimulainya penyidikan (Sprindik) terhadap Deputi Gubernur Bank Indonesia Miranda S Goeltom. Dalam penetapan tersangka itu, Kompol Hendy menilai Pimpinan KPK Abraham Samad tidak melalui mekanisme SOP yang ada.
"Pada saat itu (penerbitan sprindik) Abraham Samad tidak melalui mekanisme SOP. Penyidik dan Jaksa Penuntut Umum berkeyakinan tidak ada alat bukti dalam kasus itu dan kami sudah tuangkan dalam notulen. Memang enggak ada bukti," ujar Hendy di Balai Wartawan, Bareskrim Mabes Polri, Selasa (27/11/2012).
Sayangnya, lanjut Hendy, kendati tidak menemukan bukti yang cukup, KPK malah membeberkan ke masyarakat bahwa Miranda telah dijadikan tersangka. Semua ini dilakukan Abraham untuk mencari popularitas semata.
"Mungkin Samad ini mencari popularitas dengan janji-janji ke DPR," ungkapnya.
Maret lalu, Abraham Samad memang sudah ingin mengeluarkannya dari KPK. Karena, penyidik ini dinilai membangkang. Dan Samad mengadukannya ke Kapolri.
"Saya rasa Abraham Samad pernah mengadukan saya ke Kapolri karna dinilai saya pembangkang," tukasnya.
Salahsatunya terkait penerbitan surat perintah dimulainya penyidikan (Sprindik) terhadap Deputi Gubernur Bank Indonesia Miranda S Goeltom. Dalam penetapan tersangka itu, Kompol Hendy menilai Pimpinan KPK Abraham Samad tidak melalui mekanisme SOP yang ada.
"Pada saat itu (penerbitan sprindik) Abraham Samad tidak melalui mekanisme SOP. Penyidik dan Jaksa Penuntut Umum berkeyakinan tidak ada alat bukti dalam kasus itu dan kami sudah tuangkan dalam notulen. Memang enggak ada bukti," ujar Hendy di Balai Wartawan, Bareskrim Mabes Polri, Selasa (27/11/2012).
Sayangnya, lanjut Hendy, kendati tidak menemukan bukti yang cukup, KPK malah membeberkan ke masyarakat bahwa Miranda telah dijadikan tersangka. Semua ini dilakukan Abraham untuk mencari popularitas semata.
"Mungkin Samad ini mencari popularitas dengan janji-janji ke DPR," ungkapnya.
Maret lalu, Abraham Samad memang sudah ingin mengeluarkannya dari KPK. Karena, penyidik ini dinilai membangkang. Dan Samad mengadukannya ke Kapolri.
"Saya rasa Abraham Samad pernah mengadukan saya ke Kapolri karna dinilai saya pembangkang," tukasnya.
(ysw)