Marzuki: DPR tak perlu selidiki Boediono
Selasa, 20 November 2012 - 15:23 WIB
Marzuki: DPR tak perlu selidiki Boediono
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie mensinyalir ada upaya beberapa pihak mengiring kasus bailout Bank Century ke Wakil Presiden Boediono. Karena itu, dia meminta agar anggota dewan tak perlu melakukan hal itu karena pekerjaan di DPR sangat banyak.
"Orang itu selalu mengarahkan ke Boediono, deputi lainnya ke mana, ini kan baru dua. Ini kan aneh. Tidak perlu lagi DPR nyelidiki Boediono, DPR masih banyak kerjaan," ujar Marzuki di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/11/2012).
Marzuki yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini meminta kasus tersebut tak perlu dibawa ke ranah politik dan sebaiknya diproses secara hukum.
"Kawan-kawan ini menggiring masuk ke ranah politik, ini kan jadi ramai. Enggak bener itu. Silakan penegakan hukum dilanjutkan," ujarnya.
Saat dalam rapat Tim Pengawas (Timwas) Century yang dipimpin langsung oleh Marzuki diakui memanas lantaran banyak anggota DPR melakukan interupsi. Karena merasa permasalahan itu sudah dibawa ke ranah politik, Marzuki terpaksa menutup rapat itu.
"Saya sebagai pimpinan harus melihat arahnya ke mana, saya harus tahu, apakah diarahkan ke politik. Makanya saya tutup saja rapat ini," ujarnya.
Masa kerja timwas yang akan segera berahir dinilai tidak perlu diperpanjang kembali. "Masa kerja Timwas tidak perlu diperpanjang pada Desember," pungkasnya.
"Orang itu selalu mengarahkan ke Boediono, deputi lainnya ke mana, ini kan baru dua. Ini kan aneh. Tidak perlu lagi DPR nyelidiki Boediono, DPR masih banyak kerjaan," ujar Marzuki di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/11/2012).
Marzuki yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini meminta kasus tersebut tak perlu dibawa ke ranah politik dan sebaiknya diproses secara hukum.
"Kawan-kawan ini menggiring masuk ke ranah politik, ini kan jadi ramai. Enggak bener itu. Silakan penegakan hukum dilanjutkan," ujarnya.
Saat dalam rapat Tim Pengawas (Timwas) Century yang dipimpin langsung oleh Marzuki diakui memanas lantaran banyak anggota DPR melakukan interupsi. Karena merasa permasalahan itu sudah dibawa ke ranah politik, Marzuki terpaksa menutup rapat itu.
"Saya sebagai pimpinan harus melihat arahnya ke mana, saya harus tahu, apakah diarahkan ke politik. Makanya saya tutup saja rapat ini," ujarnya.
Masa kerja timwas yang akan segera berahir dinilai tidak perlu diperpanjang kembali. "Masa kerja Timwas tidak perlu diperpanjang pada Desember," pungkasnya.
(lns)