Ungkap Century, KPK bantah dapat tekanan Istana
Senin, 19 November 2012 - 19:07 WIB
Ungkap Century, KPK bantah dapat tekanan Istana
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad membantah mendapatkan tekanan dari berbagai pihak dalam menangani kasus bailout bank Century. Dia juga membantah dugaan adanya tekanan dari pihak istana, melalui pimpinan KPK lainnya.
“Pertama, istana tidak pernah menekan, yang kedua, yang namanya Abraham Samad tidak pernah merasa tertekan,“ tegas Abraham saat ditemui usai meluncurkan buku di Istora Senayan, Jakarta, Senin (19/11/2012).
Dia menambahkan, kendala tidak direstuinya dirinya untuk menetapkan dua nama calon tersangka itu, lebih dikarenakan dirinya ingin menjaga solidaritas dengan pimpinan lainnya. “Kita kan harus ada kesepakatan untuk menjaga soliditas. Saya ingin menjaga itu,“ tegasnya.
Sebelumnya, Abraham mengklaim bahwa sebenarnya pihaknya sudah bernafsu untuk menetapkan dua nama tersangka kasus bailout Bank Century sejak 2 bulan yang lalu.
Namun, dia malah mengakui bahwa rencananya tersebut belum direstui oleh ke empat pimpinan KPK lainnya. Dia pun beralasan, keputusan tersebut tidak bisa diputuskannya secara sepihak.
“Kalau saya ya, tolong dicatat! Dari dua bulan lalu, Abraham Samad sudah menemukan tersangkanya. Tapi ingat, di KPK itu berlaku kolektif kolegial,“ terang Abraham.
Menurut Abraham, faktor itulah yang kemudian menjadi kendala pengumuman tersangka korupsi senilai Rp6,7 triliun itu urung dilakukannya sejak 2 bulan lalu.
"KPK itu bukan kayak kejaksaan, punya otoritas sendiri. Kita kolektif kolegial. Kalau dari bulan lalu Abraham Samad sudah tentukan dua tersangkanya," tegas Abraham.
“Pertama, istana tidak pernah menekan, yang kedua, yang namanya Abraham Samad tidak pernah merasa tertekan,“ tegas Abraham saat ditemui usai meluncurkan buku di Istora Senayan, Jakarta, Senin (19/11/2012).
Dia menambahkan, kendala tidak direstuinya dirinya untuk menetapkan dua nama calon tersangka itu, lebih dikarenakan dirinya ingin menjaga solidaritas dengan pimpinan lainnya. “Kita kan harus ada kesepakatan untuk menjaga soliditas. Saya ingin menjaga itu,“ tegasnya.
Sebelumnya, Abraham mengklaim bahwa sebenarnya pihaknya sudah bernafsu untuk menetapkan dua nama tersangka kasus bailout Bank Century sejak 2 bulan yang lalu.
Namun, dia malah mengakui bahwa rencananya tersebut belum direstui oleh ke empat pimpinan KPK lainnya. Dia pun beralasan, keputusan tersebut tidak bisa diputuskannya secara sepihak.
“Kalau saya ya, tolong dicatat! Dari dua bulan lalu, Abraham Samad sudah menemukan tersangkanya. Tapi ingat, di KPK itu berlaku kolektif kolegial,“ terang Abraham.
Menurut Abraham, faktor itulah yang kemudian menjadi kendala pengumuman tersangka korupsi senilai Rp6,7 triliun itu urung dilakukannya sejak 2 bulan lalu.
"KPK itu bukan kayak kejaksaan, punya otoritas sendiri. Kita kolektif kolegial. Kalau dari bulan lalu Abraham Samad sudah tentukan dua tersangkanya," tegas Abraham.
(san)