Abraham belum mau ungkap dua tersangka Century
Senin, 19 November 2012 - 19:03 WIB
Abraham belum mau ungkap dua tersangka Century
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad masih malu membuka dua nama yang akan dijadikan tersangka dalam kasus bailout Bank Century. Alasannya, dia tak mau terburu-buru dan dianggap melakukan kesalahan seperti saat dia mengumumkan tersangka MSG.
“Nanti kayak dulu waktu saya umumkan tersangka MSG, kamu pertanyakan kenapa, saya salah sendiri,“ kata Abraham di Istora Senayan, Jakarta, Senin (19/11/2012).
Menurutnya, dalam bekerja maupun menetapkan seseorang sebagai tersangka pihaknya ingin menjaga solidaritas antara pimpinan KPK. Meski sesungguhnya dia akan menetapkan dua tersangka itu sejak dua bulan lalu. “Kita kan harus ada kesepakatan untuk menjaga soliditas. Saya ingin menjaga itu,“ jelasnya.
Abraham tak berkomentar ketika wartawan menanyakan apakah akan mengumumkan dua nama tersebut dalam rapat Tim Was DPR besok. “Besok sajalah. Insya allah besok ada. Maksudnya progres pasti ada,“ ujarnya.
Ditanya apakah dua tersangka dari jajaran Direksi Bank Indonesia (BI), dia hanya menyawab masih melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap kedua nama itu. “Jadi mengenai nama, sebentar kita pulang dari sini, kita coba bicarakan lagi. Kita masih mau rembukan,“ pungkasnya.
“Nanti kayak dulu waktu saya umumkan tersangka MSG, kamu pertanyakan kenapa, saya salah sendiri,“ kata Abraham di Istora Senayan, Jakarta, Senin (19/11/2012).
Menurutnya, dalam bekerja maupun menetapkan seseorang sebagai tersangka pihaknya ingin menjaga solidaritas antara pimpinan KPK. Meski sesungguhnya dia akan menetapkan dua tersangka itu sejak dua bulan lalu. “Kita kan harus ada kesepakatan untuk menjaga soliditas. Saya ingin menjaga itu,“ jelasnya.
Abraham tak berkomentar ketika wartawan menanyakan apakah akan mengumumkan dua nama tersebut dalam rapat Tim Was DPR besok. “Besok sajalah. Insya allah besok ada. Maksudnya progres pasti ada,“ ujarnya.
Ditanya apakah dua tersangka dari jajaran Direksi Bank Indonesia (BI), dia hanya menyawab masih melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap kedua nama itu. “Jadi mengenai nama, sebentar kita pulang dari sini, kita coba bicarakan lagi. Kita masih mau rembukan,“ pungkasnya.
(lns)