FITRA: Dipo Alam hanya buat gaduh
Sabtu, 17 November 2012 - 16:37 WIB
FITRA: Dipo Alam hanya buat gaduh
A
A
A
Sindonews.com - Langkah Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam yang melaporkan adanya kongkalikong di tiga kementerian ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai tidak istimewa.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Yuna Farhan mengatakan, apa yang disampaikan Dipo merupakan permasalahan yang biasa terjadi di kementerian.
"Bukan suatu istimewa, karena korupsi dan kongkalilkong sudah terjadi dari dahulu di kementerian," ujar Yuna di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (17/11/2012).
Lebih lanjut, dia mengatakan, apa yang disampaikan Dipo juga belum seberapa, karena masih banyak kasus korupsi lainnya. "Jadi apa yang disampaikan Pak Dipo hanya serpihan masalah saja," terangnya.
Dia menambahkan ,sebenarnya Dipo bisa melakukan dari apa yang telah disampaikan kepada publik, terlebih posisinya sebagai Seskab. Jadi, diharapkan Dipo bisa memberikan langkah lebih lanjut ketimbang membuat kegaduhan isu nasional.
"Harusnya lebih dari itu, banyak yang seharusnya bisa dilakukan dia. Dia seharusnya bisa memperbaiki apa yang salah. Jangan hanya membuat kegaduhan," tukasnya.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Yuna Farhan mengatakan, apa yang disampaikan Dipo merupakan permasalahan yang biasa terjadi di kementerian.
"Bukan suatu istimewa, karena korupsi dan kongkalilkong sudah terjadi dari dahulu di kementerian," ujar Yuna di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (17/11/2012).
Lebih lanjut, dia mengatakan, apa yang disampaikan Dipo juga belum seberapa, karena masih banyak kasus korupsi lainnya. "Jadi apa yang disampaikan Pak Dipo hanya serpihan masalah saja," terangnya.
Dia menambahkan ,sebenarnya Dipo bisa melakukan dari apa yang telah disampaikan kepada publik, terlebih posisinya sebagai Seskab. Jadi, diharapkan Dipo bisa memberikan langkah lebih lanjut ketimbang membuat kegaduhan isu nasional.
"Harusnya lebih dari itu, banyak yang seharusnya bisa dilakukan dia. Dia seharusnya bisa memperbaiki apa yang salah. Jangan hanya membuat kegaduhan," tukasnya.
(san)