Menakertrans upayakan mediasi pekerja dengan pengusaha
Sabtu, 10 November 2012 - 01:01 WIB
Menakertrans upayakan mediasi pekerja dengan pengusaha
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah terus melakukan upaya mediasi antara pengusaha dan buruh yang belum mendapatkan titik temu terkait upah dan kesejahteraan.
Pengusaha mengancam akan melakukan {lock out} dan keluar dari Indonesia, sedangkan kalangan buruh terus berdemonstrasi, dan melakukan aksi sweeping dalam menyampaikan aspirasinya.
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan mediasi dilakukan melalui pertemuan-pertemuan yang bersifat formal maupun informal dengan perwakilan pengusaha dan perwakilan serikat pekerja dan buruh.
“Ini janji kita untuk terus berjuang. Tapi buruh jangan semena-mena, polisi bisa mulai bergerak kalau semena-mena. Pengusaha juga harus tahu diri, kata Menakertrans Muhaimin Iskandar di Jakarta, Jumat (9/11/2012)
“Perusahaan dan pekerja sudah dimediasi, belum ada yang diputuskan. Kita masih komunikasikan terus keduanya. Buruh tidak boleh demo terus dan anarki juga sweeping. Memang harus dihentikan demo-demo anarki dan sweeping itu. Tetapi kesejahteraan harus meningkat," ungkapnya.
Muhaimin menegaskan, para pengusaha seharusnya bersikap arif dan mengakomodir kepentingan buruh, khususnya dalam peningkatan kesejahteraan. Karena peran buruh itu sangat penting dalam memperoleh keuntungan bagi perusahaan nantinya.
“Kesejahteraan pekerja harus terus meningkat. Perlu diketahui upah minimumnya memang harus meningkat drastis, tidak bisa terus seperti itu, harus signifikan. Kita inginnya rata-rata Rp2 juta,” ujarnya.
Menurut Muhaimin, mediasi tersebut belum mendapatkan kesepakatan yang pasti. Namun mediasi tersebut terus dilakukan dengan pihak pengusaha dan pekerja.
Yang terpenting, lanjutnya, pelaksanaan forum bipartit dalam perusahaan harus diperketat. Sehingga dasar hukum hak dan kewajiban kedua pihak semakin kuat.
“Yang lebih penting adalah forum bipartit dari perusahaan-perusahaan harus di perkuat dan diperketat sehingga tidak ada intervensi dari pihak luar. Para pekerja dan pengusaha harus terus membangun dialog terbuka di perusahaannya, “pungkasnya.
Pengusaha mengancam akan melakukan {lock out} dan keluar dari Indonesia, sedangkan kalangan buruh terus berdemonstrasi, dan melakukan aksi sweeping dalam menyampaikan aspirasinya.
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan mediasi dilakukan melalui pertemuan-pertemuan yang bersifat formal maupun informal dengan perwakilan pengusaha dan perwakilan serikat pekerja dan buruh.
“Ini janji kita untuk terus berjuang. Tapi buruh jangan semena-mena, polisi bisa mulai bergerak kalau semena-mena. Pengusaha juga harus tahu diri, kata Menakertrans Muhaimin Iskandar di Jakarta, Jumat (9/11/2012)
“Perusahaan dan pekerja sudah dimediasi, belum ada yang diputuskan. Kita masih komunikasikan terus keduanya. Buruh tidak boleh demo terus dan anarki juga sweeping. Memang harus dihentikan demo-demo anarki dan sweeping itu. Tetapi kesejahteraan harus meningkat," ungkapnya.
Muhaimin menegaskan, para pengusaha seharusnya bersikap arif dan mengakomodir kepentingan buruh, khususnya dalam peningkatan kesejahteraan. Karena peran buruh itu sangat penting dalam memperoleh keuntungan bagi perusahaan nantinya.
“Kesejahteraan pekerja harus terus meningkat. Perlu diketahui upah minimumnya memang harus meningkat drastis, tidak bisa terus seperti itu, harus signifikan. Kita inginnya rata-rata Rp2 juta,” ujarnya.
Menurut Muhaimin, mediasi tersebut belum mendapatkan kesepakatan yang pasti. Namun mediasi tersebut terus dilakukan dengan pihak pengusaha dan pekerja.
Yang terpenting, lanjutnya, pelaksanaan forum bipartit dalam perusahaan harus diperketat. Sehingga dasar hukum hak dan kewajiban kedua pihak semakin kuat.
“Yang lebih penting adalah forum bipartit dari perusahaan-perusahaan harus di perkuat dan diperketat sehingga tidak ada intervensi dari pihak luar. Para pekerja dan pengusaha harus terus membangun dialog terbuka di perusahaannya, “pungkasnya.
(lns)