Kehadiran Megawati tak usah dipolitisir
Kamis, 08 November 2012 - 08:59 WIB
Kehadiran Megawati tak usah dipolitisir
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Presiden Megawati hadir ke Istana Negara dalam rangka menghadiri pemberian gelar pahlawan nasional kepada Bung Karno dan Bung Hatta. Megawati yang merupakan anak dari Presiden pertama Soekarno hadir memenuhi undangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Padahal sudah menjadi rahasia umum kalau Megawati tidak pernah hadir setiap kali diundang oleh SBY, pada saat HUT RI. Megawati lebih memilih untuk merayakan itu di kantor DPP PDIP, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Namun, pada saat pemberian penghargaan tersebut, tidak seperti biasanya Megawati bahkan bersalaman dengan Presiden SBY dua kali.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Max Sopacua berharap kehadiran Megawati ke Istana Negara itu menjadi wacana positif.
"Hadirnya Ibu Mega ke Istana menjadi wancana positif, jika disebut sebagai permulaan yang baik, semoga ada hal yang lebih baik kedepannya," ujar Max saat dihubungi Sindonews, Kamis (8/11/2012).
Jauh dari pemberian gelar pahlawan nasional oleh Presiden SBY, sambung Max, wacana untuk berkoalisi dengan PDIP sudah sempat bergulir. Diakuinya, masih ada persolan prinsip yang menjadi pertimbangan terutama dari elit PDI Perjuangan.
Anggota Komisi I ini menilai, proses politik sebaiknya dibiarkan bergulir apa adanya, suatu saat akan kelihatan apakah PDIP dan Demokrat akan berkoalisi atau tidak. "Kedepannya eggak ada yang tahu seperti apa, Ibu Mega susah ditebak," ujarnya.
Katanya, kehadiran Mega ke istana tidak perlu dipolitisir, karena hal itu murni menghadiri penghargaan gelar pahlawan nasional yang diberikan kepada Ayahnya Bung Karno (Soekarno). "Saya kira kehadiran Ibu Mega tidak perlu dipolitisir," pungkasnya.
Padahal sudah menjadi rahasia umum kalau Megawati tidak pernah hadir setiap kali diundang oleh SBY, pada saat HUT RI. Megawati lebih memilih untuk merayakan itu di kantor DPP PDIP, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Namun, pada saat pemberian penghargaan tersebut, tidak seperti biasanya Megawati bahkan bersalaman dengan Presiden SBY dua kali.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Max Sopacua berharap kehadiran Megawati ke Istana Negara itu menjadi wacana positif.
"Hadirnya Ibu Mega ke Istana menjadi wancana positif, jika disebut sebagai permulaan yang baik, semoga ada hal yang lebih baik kedepannya," ujar Max saat dihubungi Sindonews, Kamis (8/11/2012).
Jauh dari pemberian gelar pahlawan nasional oleh Presiden SBY, sambung Max, wacana untuk berkoalisi dengan PDIP sudah sempat bergulir. Diakuinya, masih ada persolan prinsip yang menjadi pertimbangan terutama dari elit PDI Perjuangan.
Anggota Komisi I ini menilai, proses politik sebaiknya dibiarkan bergulir apa adanya, suatu saat akan kelihatan apakah PDIP dan Demokrat akan berkoalisi atau tidak. "Kedepannya eggak ada yang tahu seperti apa, Ibu Mega susah ditebak," ujarnya.
Katanya, kehadiran Mega ke istana tidak perlu dipolitisir, karena hal itu murni menghadiri penghargaan gelar pahlawan nasional yang diberikan kepada Ayahnya Bung Karno (Soekarno). "Saya kira kehadiran Ibu Mega tidak perlu dipolitisir," pungkasnya.
(mhd)