Gelar Pahlawan Nasional untuk Pemimpin Bangsa Simbol Kedewasaan Kolektif Bernegara

Minggu, 09 November 2025 - 18:57 WIB
loading...
Gelar Pahlawan Nasional...
Direktur Eksekutif Sekata Institut Andri Frediansyah menekankan pentingnya bangsa ini membangun kesadaran dan kedewasaan kolektif dalam bernegara agar tidak terus terjebak dalam luka masa lalu. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Pemberian gelar pahlawan nasional kepada mantan Presiden Soeharto merupakan hal yang wajar secara personal dan historis. Direktur Eksekutif Sentra Keadilan dan Ketahanan Institut (Sekata Institut) Andri Frediansyah menekankan pentingnya bangsa ini membangun kesadaran dan kedewasaan kolektif dalam bernegara agar tidak terus terjebak dalam luka masa lalu.

Andri mengatakan jika luka sejarah dijadikan dasar untuk menolak pemberian gelar pahlawan nasional, maka bangsa ini akan terus terjebak dalam paradoks masa lalu. Padahal, bangsa besar adalah bangsa yang mampu menghormati jasa para pendahulunya, terlepas dari perbedaan pandangan politik di masa lampau.

Baca juga: Presiden Prabowo Umumkan Penerima Gelar Pahlawan Nasional pada 10 November

“Untuk menjaga stabilitas nasional dibutuhkan tenaga, pikiran, bahkan pengendalian emosi dan perasaan yang besar sebagaimana pernah dilakukan Pak Harto selama 32 tahun memimpin,” katanya, Minggu (9/11/2025).

Di bawah kepemimpinan Soeharto, Indonesia pernah mencapai stabilitas nasional yang kuat, pembangunan infrastruktur dasar yang masif, peningkatan ekonomi, serta ketahanan negara yang tangguh. Bahkan, pada masa itu Indonesia dikenal sebagai salah satu kekuatan ekonomi di kawasan Asia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gita Wirjawan: Integritas...
Gita Wirjawan: Integritas Harus Jadi Prioritas Memilih Pemimpin
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
Besok, Prabowo Resmikan...
Besok, Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk
Anies Bicara soal Pemimpin:...
Anies Bicara soal Pemimpin: Begitu Kepentingan Pribadi Masuk, Kepercayaan Turun
GMNI Desak Pemerintah...
GMNI Desak Pemerintah Tetapkan Inggit Garnasih sebagai Pahlawan Nasional
Belajar dari Singapura,...
Belajar dari Singapura, Sinergi 3 Pilar Ini Penting untuk Membangun Indonesia
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Pramono Singgung Kelemahan...
Pramono Singgung Kelemahan Bangsa Ini: Egonya Terlalu Kegedean
Rekomendasi
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Kinerja Solid, Laba...
Kinerja Solid, Laba Bersih MSIN Melonjak 140% Jadi Rp985 Miliar di 2025
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Berita Terkini
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved