SBY minta stigma negatif Bung Karno dihilangkan
Rabu, 07 November 2012 - 13:40 WIB
SBY minta stigma negatif Bung Karno dihilangkan
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden Pertama RI Soekarno dan Wakilnya Mohammad Hatta karena keduanya memiliki jasa yang besar bagi bangsa Indonesia.
Maka itu, Presiden meminta agar stigma-stigma negatif kepada kedua tokoh tersebut tak lagi dikeluarkan.
"Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia, sebagai bentuk kecintaan, penghormatan dan penghargaan kepada kedua bapak dan guru bangsa ini, kita tinggalkan segala stigma dan pandangan yang tidak positif, yang tidak perlu dan tidak semestinya," ujar Presiden SBY, dalam pidatonya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/11/2012).
SBY mengatakan hal itu karena Bung Karno dan Bung Hatta merupakan simbol perlawanan terhadap setiap penjajahan. Keduanya juga menjadi sumber inspirasi dan kekuatan bagi bangsa Indonesia di seluruh pelosok negeri untuk bangkit dan bersatu membela, merebut, dan mempertahankan kemerdekaan dengan tetesan darah, pengorbanan harta-benda, jiwa dan raga.
"Perjuangan kedua tokoh dan pendiri bangsa ini, terus terpatri di lubuk hati yang paling dalam seluruh rakyat Indonesia. Goresan tinta emas sejarah yang telah ditorehkan oleh kedua tokoh besar ini tak akan lekang oleh zaman, dan akan terus tertanam di sanubari kita semua," paparnya.
Lebih lanjut SBY mengatakan Bung Karno dan Bung Hatta adalah dua putra bangsa yang memiliki gagasan dan pemikirannya hebat dan telah mewarnai dan menjadi fondasi konstitusi Indonesia yaitu UUD 1945.
"Keduanya telah menancapkan gagasan kebangsaan, demokrasi, ideologi Pancasila, Indonesia sebagai negara hukum, sistem ekonomi kerakyatan, kegotongroyongan, koperasi, dan berbagai gagasan besar lainnya," katanya.
SBY berharap masyarakat dapat mencontoh keduanya karena Bung Karno adalah pemikir dan pejuang ulung, dan mampu menggelorakan semangat rakyat untuk mewujudkan cita-citanya. "Bung Hatta adalah administrator ulung, ahli ekonomi, dan ahli diplomasi yang juga diakui dan disegani oleh dunia Internasional," paparnya.
Maka itu, Presiden meminta agar stigma-stigma negatif kepada kedua tokoh tersebut tak lagi dikeluarkan.
"Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia, sebagai bentuk kecintaan, penghormatan dan penghargaan kepada kedua bapak dan guru bangsa ini, kita tinggalkan segala stigma dan pandangan yang tidak positif, yang tidak perlu dan tidak semestinya," ujar Presiden SBY, dalam pidatonya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/11/2012).
SBY mengatakan hal itu karena Bung Karno dan Bung Hatta merupakan simbol perlawanan terhadap setiap penjajahan. Keduanya juga menjadi sumber inspirasi dan kekuatan bagi bangsa Indonesia di seluruh pelosok negeri untuk bangkit dan bersatu membela, merebut, dan mempertahankan kemerdekaan dengan tetesan darah, pengorbanan harta-benda, jiwa dan raga.
"Perjuangan kedua tokoh dan pendiri bangsa ini, terus terpatri di lubuk hati yang paling dalam seluruh rakyat Indonesia. Goresan tinta emas sejarah yang telah ditorehkan oleh kedua tokoh besar ini tak akan lekang oleh zaman, dan akan terus tertanam di sanubari kita semua," paparnya.
Lebih lanjut SBY mengatakan Bung Karno dan Bung Hatta adalah dua putra bangsa yang memiliki gagasan dan pemikirannya hebat dan telah mewarnai dan menjadi fondasi konstitusi Indonesia yaitu UUD 1945.
"Keduanya telah menancapkan gagasan kebangsaan, demokrasi, ideologi Pancasila, Indonesia sebagai negara hukum, sistem ekonomi kerakyatan, kegotongroyongan, koperasi, dan berbagai gagasan besar lainnya," katanya.
SBY berharap masyarakat dapat mencontoh keduanya karena Bung Karno adalah pemikir dan pejuang ulung, dan mampu menggelorakan semangat rakyat untuk mewujudkan cita-citanya. "Bung Hatta adalah administrator ulung, ahli ekonomi, dan ahli diplomasi yang juga diakui dan disegani oleh dunia Internasional," paparnya.
(rsa)