Benarkah di Demokrat, Anas lebih kuat dari SBY?
Rabu, 07 November 2012 - 08:39 WIB
Benarkah di Demokrat, Anas lebih kuat dari SBY?
A
A
A
Sindonews.com - Kendati disebut-sebut terlibat dalam sejumlah kasus korupsi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih mempertahankan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dari posisinya. Benarkah SBY kalah kuat dan takut melengserkan Anas dari posisi ketua?
Aktivis Komite Bangkit Indonesia dan Gerakan Indonesia Bersih Adhie M Massardi mengatakan, kekuatan di tubuh Partai Demokrat sudah melebihi SBY sendiri. Sebab, Anas dikenal memiliki kedekatan secara emosional dengan ketua-ketua partai di daerah, sebagai jaringan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
"Banyak faksi di Demokrat, karena memang enggak punya ideologi dan panutan macam Gus Dur, Akbar Tanjung, dan Amin Rais. Mereka cuma sibuk menggunakan kesempatan (terakhir) untuk nyolong sebanyak-banyaknya, dan ngumpet serapet-rapetnya. Itu juga yang bikin faksi Anas paling kuat," ujar Adhie saat berbincang dengan Sindonews, di Jakarta, Rabu (7/11/2012).
Ditambahkan dia, selain faksi Anas, terdapat beberapa faksi lainnya. Diantaranya adalah faksi AAM, Marzuki, Hayono Isman, dan BKH. Namun yang terakhir juga merapat kepada faksi Anas.
Adhie mengklaim kekuatan dan kekuasaan Anas lebih besar dari SBY, terlihat dari tidak beraninya SBY menggelar KLB mencopot Anas dari posisi ketua dan jajaran pengurus partai yang diduga terlibat korupsi.
"Hal ini sulit dilakukan, mengingat posisi Anas sangat kuat. Makanya SBY enggak berani gelar KLB. Salah-salah, KLB justru bisa melengserkan Ketua Dewan Pembina," tukas Adhie seraya tertawa.
Aktivis Komite Bangkit Indonesia dan Gerakan Indonesia Bersih Adhie M Massardi mengatakan, kekuatan di tubuh Partai Demokrat sudah melebihi SBY sendiri. Sebab, Anas dikenal memiliki kedekatan secara emosional dengan ketua-ketua partai di daerah, sebagai jaringan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
"Banyak faksi di Demokrat, karena memang enggak punya ideologi dan panutan macam Gus Dur, Akbar Tanjung, dan Amin Rais. Mereka cuma sibuk menggunakan kesempatan (terakhir) untuk nyolong sebanyak-banyaknya, dan ngumpet serapet-rapetnya. Itu juga yang bikin faksi Anas paling kuat," ujar Adhie saat berbincang dengan Sindonews, di Jakarta, Rabu (7/11/2012).
Ditambahkan dia, selain faksi Anas, terdapat beberapa faksi lainnya. Diantaranya adalah faksi AAM, Marzuki, Hayono Isman, dan BKH. Namun yang terakhir juga merapat kepada faksi Anas.
Adhie mengklaim kekuatan dan kekuasaan Anas lebih besar dari SBY, terlihat dari tidak beraninya SBY menggelar KLB mencopot Anas dari posisi ketua dan jajaran pengurus partai yang diduga terlibat korupsi.
"Hal ini sulit dilakukan, mengingat posisi Anas sangat kuat. Makanya SBY enggak berani gelar KLB. Salah-salah, KLB justru bisa melengserkan Ketua Dewan Pembina," tukas Adhie seraya tertawa.
(san)