Awas, Nasdem mengancam partai besar di 2014

Rabu, 31 Oktober 2012 - 08:28 WIB
Awas, Nasdem mengancam...
Awas, Nasdem mengancam partai besar di 2014
A A A
Sindonews.com - Kehadiran Partai Nasional Demokrat (NasDem) dalam percaturan politik 2014 yang akan datang, diprediksi akan menjadi ancaman bagi partai-partai besar, seperti Demokrat, Golkar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Gerindra.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Gun Gun Heryanto mengatakan, intensitas, masifikasi informasi lewat media, dan jejaring politik di daerah, bisa menjadi indikator Partai NasDem menjadi ancaman bagi partai-partai besar dan menengah.

"Saya prediksi NasDem berpeluang untuk penetratif ke simpul-simpul pemilih partai-partai besar," ujar Gun Gun, saat berbincang dengan Sindonews, di Jakarta, Rabu (31/10/2012).

Ditambahkan dia, sebagai partai baru NasDem diuntungkan oleh beberapa faktor: Pertama party ID yang lemah, menyebabkan pemilih mudah beralih dari satu partai ke partai lain.

"Secara psiko-politis, memang alamiahnya pemilih lebih berpotensi terpersuasi oleh barang baru yang punya brand kuat dan impresif. Sehingga, dari sudut ini memang partai baru diuntungkan impuls psiko-politis yang lazimnya demikian," terangnya.

Faktor kedua, nampaknya ada situasi kejenuhan dari masyarakat atas prilaku koruptif para politikus yang notabene berasal dari partai lama, dan saat ini ada di parlemen.

"Kejenuhan ini menyebabkan kemungkinan beralihnya dukungan pemilih ke parpol baru, terlebih jika parpol baru tesebut mampu meyakinkan para pemilih termasuk kelompok swing voters," terangnya.

Kendati begitu, bukan berarti partai baru mampu melakukan pengerahan masa pemilih yang ada. Jika kepengurusan parpol itu tidak terorganisir, dan pemasaran politiknya memakai gaya lama, maka bukan mustahil partai itu juga akan ditinggalkan.

"Parpol baru juga tidak langsung dengan mudah menjadi brand kuat yang mampu memersuasi pemilih, jika infrastrukturnya lemah, treatment pemasaran politiknya miskin inovasi, dan terlebih jika parpol bersangkutan tidak menampilkan sosok parpol modern, bersih dan memiliki kapasitas untuk menjadi problem solver bagi Indonesia ke depan," tukasnya.
(san)
Berita Terkait
Demokrat Gabung KIM,...
Demokrat Gabung KIM, Politikus PDIP: Mengingatkan Pilpres 2014
SMRC Prediksi Elektabilitas...
SMRC Prediksi Elektabilitas Ganjar Bisa Lampaui Jokowi saat Pilpres 2014
Gerindra Masih Berusaha...
Gerindra Masih Berusaha Rayu PAN, Ingatkan Pilpres 2014 dan 2019
Hasto Optimistis Sejarah...
Hasto Optimistis Sejarah Tradisi Kemenangan 2014 dan 2019 Kembali Terukir di Pilpres 2024
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Swiss vs Argentina:...
Swiss vs Argentina: Bayangan Hantu Trauma 2014
Berita Terkini
Badko HMI Dukung Polri...
Badko HMI Dukung Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Batu Bara
Sidang Eksepsi, Dokter...
Sidang Eksepsi, Dokter Tifa Minta Hakim Nyatakan Dakwaan JPU Tak Dapat Diterima
Polri Usut 3 Kasus Besar...
Polri Usut 3 Kasus Besar Korupsi, Pakar: Siapa pun yang Menghalangi Harus Ditindak
Kasus Mafia Hukum dalam...
Kasus Mafia Hukum dalam Pemberantasan Korupsi
Sidang Eksepsi Dokter...
Sidang Eksepsi Dokter Tifa: Kami Tak Pernah Minta Jokowi Dihukum, Hanya Minta Ijazah Dibuktikan
Polri Ultimatum Pihak...
Polri Ultimatum Pihak yang Halangi Pengusutan 3 Kasus Korupsi
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved