Cacing hati ditemukan pada hewan kurban

Jum'at, 26 Oktober 2012 - 17:28 WIB
Cacing hati ditemukan...
Cacing hati ditemukan pada hewan kurban
A A A
Sindonews.com - Tim pengawas dan pemantau hewan kurban bidang pertanian Dinas Perindustrian, Perdagagan, Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Yogyakarta menemukan cacing hati (fasciola hepatica) pada hewan kurban yang disembelih warga di sejumlah lokasi. Salah satunya di wilayah kecamatan Gondomanan.

Petugas pengawas dan pemantau hewan kurban Disperindagkoptan Yogyakarta Doto Dewadono mengatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap beberapa hewan kurban yang disembelih, petugas menemukan penyakit cacing hati, baik pada sapi maupun kambing. Daging hati tersebut selanjutnya diamankan untuk dimusnakan.

"Tindakan ini, agar daging hati tersebut tidak dikonsumsi, sebab jika dikonsumsi, selain tidak ada gizinya, juga membahayakan bagi kesehatan," ungkap Doto, di Yogyakarta, Jumat (26/10/2012).

Dia menjelaskan, dari beberapa daging hati hewan kurban yang terkena penyakit cacing hati itu bervariasi. Ada yang utuh satu hati, separuh daging hati dan ada yang hanya seperdelapan daging hati.

Hati hewan yang terkena cacing hati harus diapkir dan tidak dikonsumsi. Sebab, selain hati sudah rusak, cacingnya juga bisa menular kepada manusia terutama kalau dikonsumsi setengah matang.

“Kalau daging hati itu dikonsumsi, kami khawatir terjadi penularan penyakit dari hewan ke manusia,” paparnya.

Hati yang mengandung cacing memiliki ciri-ciri berwarna pucat dan dipenuhi urat berwarna putih yang cukup tebal. Daging hati yang sehat biasanya berwarna lebih segar dan permukaannya relatif lebih halus.

“Untuk sementara, baru cacing hati untuk kasus temuan pada hewan kurban, kalau penyakit lain belul kami temukan," akunya.

Sementara mengenai berapa jumlah hewan kurban yang terkena cacing hati, dirinya belum dapat memastikan. Sebab, petugas masih melakukan pendataan di semua lokasi pemotongan hewan yang ada di Yogyakarta.

Untuk lokasinya sendiri lebih dari 420 tempat. Sehingga baru dapat mengetahui banyaknya setelah semua laporan dari petugas terkumpulkan.“Data tersebut nantinya segera kami laporkan kepada atasan kami, karena itu datanya kemungkinan baru dapat diketahui pada malam hari,” jelasnya.

Sedangkan untuk pemantauan pada H-7 hingga H-1, petugas tidak menemukan penyakit pada hewan kurban, selain tanda-tanda awal hewan kurban terkena cacingan.

Karena itu, warga diminta pro aktif untuk melaporkan saat melakukan penyembelihan menemukan penyakit pada hewan kurban. “Kami pun akan terus melakukan pengawasan dan pemantaun terhadap hewan kurban ini,” janjinya.
(mhd)
Berita Terkait
Idul Adha dan Ibadah...
Idul Adha dan Ibadah Haji, Apakah Ada Hubungannya?
DPR Doakan Calon Haji...
DPR Doakan Calon Haji Indonesia Bisa Berangkat Tahun Depan
Fase Mabit Mina, Dirjen...
Fase Mabit Mina, Dirjen Haji Minta Petugas Siaga Layanan hingga 13 Zulhijah
Amalan Sebelum Shalat...
Amalan Sebelum Shalat Idul Adha yang Disunahkan Rasulullah
Ucapkan Selamat Idul...
Ucapkan Selamat Idul Adha 2022, Menag: Mari Kita Rayakan dengan Gembira
Jemaah Haji Rayakan...
Jemaah Haji Rayakan Idul Adha di Masjidil Haram Makkah
Berita Terkini
Alasan KPK Kembalikan...
Alasan KPK Kembalikan Mobil Noel Ebenezer
Bos Blueray John Field...
Bos Blueray John Field Yakin Uang Suap Tersalurkan ke Dirjen Bea Cukai, Uangnya Tidak Pernah Kembali
Dasco Sebut RUU Perampasan...
Dasco Sebut RUU Perampasan Aset dan RUU Ketenagakerjaan Tetap Dibahas pada Masa Reses
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
KPK Panggil Bupati Penajam...
KPK Panggil Bupati Penajam Paser Utara terkait Kasus Gratifikasi di Kukar
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan Kejagung, Pimpinan DPR Singgung Asas Kesetaraan
Infografis
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved