Terjangkit penyakit, puluhan hewan kurban dikarantina
Selasa, 23 Oktober 2012 - 15:29 WIB
Terjangkit penyakit, puluhan hewan kurban dikarantina
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan hewan kurban yang dijual pedagang di Kabupaten Bone ditemukan terjangkit penyakit. Petugas langsung mengkarantina hewan kurban tersebut untuk mendapat pengobatan atau vaksin.
Dinas Peternakan Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan melakukan razia hewan kurban, Selasa (23/10/2012) pagi. Dalam razia tersebut petugas mendapati puluhan ternak yang terpaksa harus dikarantina.
Selain mengkarantina hewan-hewan tersebut, petugas juga memberikan vaksin untuk mencegah penyebaran penyakit hewan tersebut. Dalam razia tersebut, petugas menemukan puluhan hewan yang terjangkit penyakit seperti penyakit mata, beringus, dan diare.
Menurut Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Bone, Asriad, sejumlah penyakit hewan yang ditemukan dalam razia tersebut disebabkan oleh cuaca.
"Faktor cuaca sangat dominan, ditambah lagi proses pengiriman yang tidak benar membuat hewan stres hingga mudah terjangkit penyakit," kata Asriadi di kantornya di Bone, Selasa (23/10/2012).
Asriadi juga mengatakan bahwa hewan yang terjangkit penyakit tersebut harus ditunda pemotongannya. "Petugas sedang melakukan pemberian vaksin, sementara hewan tersebut tidak boleh dijual sampai penyakitnya sembuh," terangnya.
Dinas Peternakan Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan melakukan razia hewan kurban, Selasa (23/10/2012) pagi. Dalam razia tersebut petugas mendapati puluhan ternak yang terpaksa harus dikarantina.
Selain mengkarantina hewan-hewan tersebut, petugas juga memberikan vaksin untuk mencegah penyebaran penyakit hewan tersebut. Dalam razia tersebut, petugas menemukan puluhan hewan yang terjangkit penyakit seperti penyakit mata, beringus, dan diare.
Menurut Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Bone, Asriad, sejumlah penyakit hewan yang ditemukan dalam razia tersebut disebabkan oleh cuaca.
"Faktor cuaca sangat dominan, ditambah lagi proses pengiriman yang tidak benar membuat hewan stres hingga mudah terjangkit penyakit," kata Asriadi di kantornya di Bone, Selasa (23/10/2012).
Asriadi juga mengatakan bahwa hewan yang terjangkit penyakit tersebut harus ditunda pemotongannya. "Petugas sedang melakukan pemberian vaksin, sementara hewan tersebut tidak boleh dijual sampai penyakitnya sembuh," terangnya.
(ysw)