Jokowi lebih disukai ketimbang Megawati
Senin, 22 Oktober 2012 - 14:52 WIB
Jokowi lebih disukai ketimbang Megawati
A
A
A
Sindonews.com - Joko Widodo (Jokowi) yang baru seminggu dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta ternyata memiliki dukungan yang besar dari masyarakat ketimbang pimpinannya di partai, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Berdasarkan survei Lembaga Survei Nasional (LSN) pada bulan September 2012, di 33 Provinsi dengan 1.230 responden, Jokowi disukai publik sebesar 56,4 persen. Angka ini unggul dibandingkan dengan Megawati Soekarnoputri yang hanya 47,7 persen.
"Hasil survei, Jokowi lebih diterima masyarakat jika dibandingkan Ibu Megawati," ujar Peneliti LSN Dipa Pradipta di Hotel Atlet Century, Jakarta, Senin (22/10/2012).
Dijelaskan Dipa, Jokowi lebih disukai karena karakternya yang sederhana, ramah, dan merepresentasikan rakyat kecil. Sebaliknya Megawati lebih banyak tampil di kalangan elite dibandingkan bertemu rakyat turun ke lapangan.
"Itu karakter yang disukai publik, terbukti tidak hanya di Solo dia disukai, tetapi juga di Jakarta. Sementara Megawati jarang turun ke lapangan, dia hanya pidato partai. Berbeda dengan Jokowi yang membaur dan merakyat," tambah Dipa.
Sedangkan untuk popularitas, Jokowi hanya mendapat angka 80,8 persen. Megawati masih menduduki posisi tertinggi dengan 95,5 persen.
Kemudian disusul Jusuf Kalla dengan angka 94,6 persen, Wiranto 91,7 persen, Prabowo 87,1 persen, Aburizal Bakrie 84,6 persen.
Berdasarkan survei Lembaga Survei Nasional (LSN) pada bulan September 2012, di 33 Provinsi dengan 1.230 responden, Jokowi disukai publik sebesar 56,4 persen. Angka ini unggul dibandingkan dengan Megawati Soekarnoputri yang hanya 47,7 persen.
"Hasil survei, Jokowi lebih diterima masyarakat jika dibandingkan Ibu Megawati," ujar Peneliti LSN Dipa Pradipta di Hotel Atlet Century, Jakarta, Senin (22/10/2012).
Dijelaskan Dipa, Jokowi lebih disukai karena karakternya yang sederhana, ramah, dan merepresentasikan rakyat kecil. Sebaliknya Megawati lebih banyak tampil di kalangan elite dibandingkan bertemu rakyat turun ke lapangan.
"Itu karakter yang disukai publik, terbukti tidak hanya di Solo dia disukai, tetapi juga di Jakarta. Sementara Megawati jarang turun ke lapangan, dia hanya pidato partai. Berbeda dengan Jokowi yang membaur dan merakyat," tambah Dipa.
Sedangkan untuk popularitas, Jokowi hanya mendapat angka 80,8 persen. Megawati masih menduduki posisi tertinggi dengan 95,5 persen.
Kemudian disusul Jusuf Kalla dengan angka 94,6 persen, Wiranto 91,7 persen, Prabowo 87,1 persen, Aburizal Bakrie 84,6 persen.
(rsa)