Hasil survei dorong parpol islam berbenah
Selasa, 16 Oktober 2012 - 08:16 WIB
Hasil survei dorong parpol islam berbenah
A
A
A
Sindonews.com - Tidak masuknya partai yang berbasis agama sebagai partai politik (parpol) yang diunggulkan dalam Pemilu 2014 menjadi peringatan tersendiri bagi parpol Islam untuk lebih serius mempersiapkan diri sebelum digelarnya Pemilu 2014.
Sekretaris Fraksi PAN Teguh Juwarno mengatakan, tidak masuknya parpol Islam sebagai parpol teratas di berbagai survei menjadi persoalan tersendiri bagi parpol Islam yang ada saat ini. Parpol Islam, harus lebih serius mempersiapkan diri untuk mengikuti Pemilu 2014.
"Menurut saya justru bagus, sebagai peringatan sebelum perhelatan pemilu. Agar partai-partai tersebut berbenah lebih serius kan," katanya saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (16/10/2012).
Dia mengungkapkan, publik memang lebih banyak mendukung parpol yang berbasis nasionalis sejak era reformasi. Namun, saat penyelenggaraan pemilu juga ternyata terbukti banyak pendukung parpol berbasis Islam, karena menganggap parpol nasionalis tidak bisa memecah masalah yang ada.
"Sejak dulu, bahkan di era reformasi partai-partai berbasis nasionalis mendapat angin dukungan publik, namun apa buktinya? Kita terus berkutat dengan persoalan bangsa yang tidak pernah terselesaikan," kata dia.
Menurutnya, masyarakat harus segera sadar dengan pilihan politik terhadap parpol yang telah gagal membawa bangsa ini menjadi lebih baik. Oleh sebab itu, tugas utama parpol Islam saat ini adalah menawarkan gagasan yang dapat mengurai persoalan kebangsaan.
"Jadi, tantangan utama partai berbasis Islam adalah menawarkan gagasan konkrit untuk mengurai masalah bangsa ini seperti korupsi, ketidakadilan, kesenjangan sosial yang kian melebar, dan mengembalikan martabat bangsa ini," tandasnya.
Sekretaris Fraksi PAN Teguh Juwarno mengatakan, tidak masuknya parpol Islam sebagai parpol teratas di berbagai survei menjadi persoalan tersendiri bagi parpol Islam yang ada saat ini. Parpol Islam, harus lebih serius mempersiapkan diri untuk mengikuti Pemilu 2014.
"Menurut saya justru bagus, sebagai peringatan sebelum perhelatan pemilu. Agar partai-partai tersebut berbenah lebih serius kan," katanya saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (16/10/2012).
Dia mengungkapkan, publik memang lebih banyak mendukung parpol yang berbasis nasionalis sejak era reformasi. Namun, saat penyelenggaraan pemilu juga ternyata terbukti banyak pendukung parpol berbasis Islam, karena menganggap parpol nasionalis tidak bisa memecah masalah yang ada.
"Sejak dulu, bahkan di era reformasi partai-partai berbasis nasionalis mendapat angin dukungan publik, namun apa buktinya? Kita terus berkutat dengan persoalan bangsa yang tidak pernah terselesaikan," kata dia.
Menurutnya, masyarakat harus segera sadar dengan pilihan politik terhadap parpol yang telah gagal membawa bangsa ini menjadi lebih baik. Oleh sebab itu, tugas utama parpol Islam saat ini adalah menawarkan gagasan yang dapat mengurai persoalan kebangsaan.
"Jadi, tantangan utama partai berbasis Islam adalah menawarkan gagasan konkrit untuk mengurai masalah bangsa ini seperti korupsi, ketidakadilan, kesenjangan sosial yang kian melebar, dan mengembalikan martabat bangsa ini," tandasnya.
(lil)