KPK siapkan dongeng antikorupsi untuk anak

Senin, 15 Oktober 2012 - 15:36 WIB
KPK siapkan dongeng...
KPK siapkan dongeng antikorupsi untuk anak
A A A
Sindonews.com - Korupsi dinilai tidak hanya berlaku di lingkungan kerja dan sosial, melainkan juga dalam lingkungan keluarga. Melihat hal itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini melakukan upaya pencegahan korupsi pada anak-anak atau usia dini dengan dongeng.

“Pencegahan korupsi itu multi aspek. Ada dua hal yang harus dikerjakan, pertama pembenahan sistem pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel. Kedua, edukasi masyarakat yang dimulai institusi pendidikan terkecil yakni keluarga,” terang Pejabat Fungsional Bidang Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Dani Rustandi, di Bandung, Senin (15/10/2012).

Kata Dani, keluarga merupakan institusi pendidikan paling dasar sebelum anak masuk ke lingkungan pendidikan formal. Melihat hal itu, KPK menyiapkan program edukasi bagi keluarga. Salah satunya dengan menyebarkan modul atau buku yang berisi dongeng-dongeng antikorupsi.

Dongeng menurut Dani, menjadi salah satu media yang cukup ampuh untuk menanamkan karakter pada anak. KPK berusaha menciptakan dongeng yang tujuannya menanamkan nilai kejujuran.

“Kita punya program edukasi untuk anak kecil lewat dongeng antikorupsi. Lewat dongeng, kita berusaha menanamkan nilai kejujuran dan nilai tanggung jawab untuk anak kecil,” ujarnya.

Dongeng yang disiapkan sendiri merupakan dongeng-dongeng yang menanamkan kebaikan, kejujuran, dan dongeng yang membangun karakter anak. Salah satu dongeng yang disiapkan KPK berjudul “Kakek Tulus”. Dongeng ini berisi kisah-kisah menarik tetapi memiliki nilai positif bagi anak.

Dalam prakteknya, KPK menggandeng komunitas atau organisasi untuk melakukan pendekatan kepada keluarga. Kadang, petugas KPK sendiri yang mendongeng, mengajarkan modul dongeng KPK kepada orang tua, hingga memanggil para pendongeng profesional pada acara tertentu.

Lanjut Dani, sudah banyak pihak yang menyebut Indonesia sebagai bangsa korup, bahkan ada yang menyebut bangsa garong. Tetapi caci maki seperti itu tidak menyelesaikan masalah korupsi di Indonesia. Maka menurutnya, dengan melakukan pencegahan korupsi dari dini di lingkungan keluarga diharapkan tumbuh generasi yang antikorupsi.
(rsa)
Berita Terkait
Puji Firli dkk Tangkap...
Puji Firli dkk Tangkap 8 Kepala Daerah Sepanjang 2022, Pengamat: Bakal Lebih Kencang Jelang Pemilu
Soal Integritas KPK
Soal Integritas KPK
Kinerja KPK Mundur?
Kinerja KPK Mundur?
SENGKARUT KASUS BLBI
SENGKARUT KASUS BLBI
Menimbang Remunerasi...
Menimbang Remunerasi dan Kinerja KPK
Menko Luhut Kritik OTT...
Menko Luhut Kritik OTT KPK, Begini Faktanya
Berita Terkini
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved