Golkar: Propaganda hitam telah musnah
Senin, 15 Oktober 2012 - 11:57 WIB
Golkar: Propaganda hitam telah musnah
A
A
A
Sindonews.com - Hasil survei Saiful Mujani Research Centre (SMRC) dan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang baru saja dipublikasikan, lagi-lagi menaruh 3 Partai Besar, yaitu Partai Golkar (PG), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Demokrat (PD) di kelas teratas.
Dalam survei ini Golkar menjadi jawara disusul oleh PDIP dan Demokrat.
"Bercermin kepada hasil Pilgub DKI 2012 dan hasil kedua badan survei di atas, tentunya dapat diambil kesimpulan, bahwa propaganda hitam yang dulu banyak dijadikan permainan politik untuk menjatuhkan lawan tidak banyak berarti," ujar Fungsionaris Partai Golkar Poempida Hidayatulloh dalam rilis yang di terima SINDO di Jakarta, Senin (15/10/2012).
Anggota Komisi IX DPR ini mencontohkan, pasangan baru Jokowi dan Ahok. Pasangan tersebut merupakan korban berbagai propaganda hitam yang entah disengaja atau tidak ditujukan kepada mereka, malah memberikan tambahan simpati, sehingga keduanya memenangkan Pilgub DKI 2012.
Belakangan ini banyak yang bermanuver yang sama, salah satunya dengan melakukan pengumuman kasus korupsi berdasarkan basis kepartaian.
"Lagi-lagi manuver tersebut nampak tidak banyak mengubah peta dukungan politik kepada partai sesuai dengan hasil survei SMRC dan LSI," katanya.
Poempida menjelaskan, sejak beberapa bulan terakhir ini, peta hasil survei cenderung untuk konsisten, terlepas dari berbagai isu politik yang berkembang. Apa makna yang terkandung dari apa yang terpancar dari ulasan-ulasan di atas?
"Satu hal yang pasti adalah bahwa masyarakat Indonesia semakin cerdas dalam berdemokrasi dan cenderung untuk mengikuti proses politik yang berlangsung," jelasnya.
Poempida mengungkapkan, jika masuk ke kalangan masyarakat menengah ke bawah, berbagai isu politik yang berkembang sering ditemukan basis informasi yang relevan yang melekat di benak masyarakat. Melek politik-nya masyarakat Indonesia, kini tidak boleh dianggap sepele.
Hasil survei SMRC dan LSI pun menunjukkan tingkat swing voters yang cenderung terus bertambah.
"Bagi masyarakat yang berada dalam kategori ini, akan cenderung untuk 'wait and see', sambil menyimak, siapa yang kemudian muncul dengan program dan kinerja yang paling baik," ungkapnya.
Poempida menambahkan, meningkatnya jumlah swinging voters ini akan memberikan suatu kejutan di Pemilu 2014 mendatang. Ini tentunya merupakan peringatan bagi semua Parpol yang akan berlomba di Pemilu 2014 untuk lebih mengutamakan basis-basis figur yang kredibel.
"Program-program dan hasil kerja parpol yang memang terasa oleh masyarakat. Jelas bukan berbasis propaganda hitam," pungkasnya.
Dalam survei ini Golkar menjadi jawara disusul oleh PDIP dan Demokrat.
"Bercermin kepada hasil Pilgub DKI 2012 dan hasil kedua badan survei di atas, tentunya dapat diambil kesimpulan, bahwa propaganda hitam yang dulu banyak dijadikan permainan politik untuk menjatuhkan lawan tidak banyak berarti," ujar Fungsionaris Partai Golkar Poempida Hidayatulloh dalam rilis yang di terima SINDO di Jakarta, Senin (15/10/2012).
Anggota Komisi IX DPR ini mencontohkan, pasangan baru Jokowi dan Ahok. Pasangan tersebut merupakan korban berbagai propaganda hitam yang entah disengaja atau tidak ditujukan kepada mereka, malah memberikan tambahan simpati, sehingga keduanya memenangkan Pilgub DKI 2012.
Belakangan ini banyak yang bermanuver yang sama, salah satunya dengan melakukan pengumuman kasus korupsi berdasarkan basis kepartaian.
"Lagi-lagi manuver tersebut nampak tidak banyak mengubah peta dukungan politik kepada partai sesuai dengan hasil survei SMRC dan LSI," katanya.
Poempida menjelaskan, sejak beberapa bulan terakhir ini, peta hasil survei cenderung untuk konsisten, terlepas dari berbagai isu politik yang berkembang. Apa makna yang terkandung dari apa yang terpancar dari ulasan-ulasan di atas?
"Satu hal yang pasti adalah bahwa masyarakat Indonesia semakin cerdas dalam berdemokrasi dan cenderung untuk mengikuti proses politik yang berlangsung," jelasnya.
Poempida mengungkapkan, jika masuk ke kalangan masyarakat menengah ke bawah, berbagai isu politik yang berkembang sering ditemukan basis informasi yang relevan yang melekat di benak masyarakat. Melek politik-nya masyarakat Indonesia, kini tidak boleh dianggap sepele.
Hasil survei SMRC dan LSI pun menunjukkan tingkat swing voters yang cenderung terus bertambah.
"Bagi masyarakat yang berada dalam kategori ini, akan cenderung untuk 'wait and see', sambil menyimak, siapa yang kemudian muncul dengan program dan kinerja yang paling baik," ungkapnya.
Poempida menambahkan, meningkatnya jumlah swinging voters ini akan memberikan suatu kejutan di Pemilu 2014 mendatang. Ini tentunya merupakan peringatan bagi semua Parpol yang akan berlomba di Pemilu 2014 untuk lebih mengutamakan basis-basis figur yang kredibel.
"Program-program dan hasil kerja parpol yang memang terasa oleh masyarakat. Jelas bukan berbasis propaganda hitam," pungkasnya.
(mhd)