KPK harus fokus tangani kasus besar
Jum'at, 12 Oktober 2012 - 07:48 WIB
KPK harus fokus tangani kasus besar
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta kembali fokus menangani kasus dugaan korupsi besar yang diduga menyeret sejumlah nama petinggi negara.
Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana mengatakan, KPK sebaiknya kembali fokus menangani kasus dugaan korupsi besar. Hal itu, untuk menjamin proses pemberantasan korupsi di negeri ini berjalan efektif.
"KPK sebaiknya kembali fokus lah menangani korupsi besar yang melibatkan sejumlah petinggi negara. Kan sudah ada kasus Hambalang, Wisma Atlet, Century, dan kasus lainnya yang harus dituntaskan," katanya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Jumat (12/10/2012).
Dia mengungkapkan, KPK harusnya tegas dalam menangani kasus dugaan korupsi. "Jika memang masih ada tersangka, segera proses, jika sudah tidak ada ya bilang sudah tidak ada, dan lanjutkan penyidikannya biar tuntas," ujarnya.
Menurutnya, Partai Demokrat akan sangat mendukung proses hukum yang dilakukan KPK kepada kadernya yang terbukti melakukan korupsi. Pasalnya, Partai Demokrat menurutnya adalah partai yang selalu mendukung pemberantasan korupsi.
Disinggung soal ancaman Angelina Sondakh yang akan membuka pihak lain yang terlibat dalam kasusnya, Sutan menegaskan jika KPK lebih tahu mengenai hal itu.
"KPK lebih tahu soal siapa yang diduga terlibat, kita ingin semuanya selesai. Agar Demokrat tidak tersandra dengan hal-hal yang tidak menguntungkan partai," ungkapnya.
Seperti diketahui, sebelumnya Ketua KPK Abraham Samad menyatakan akan ada kejutan dalam pengungkapan dugaan korupsi proyek sport center Hambalang di Bogor, Jawa Barat, yang telah menjadikan pejabat eselon II Kemenpora Dadi Kusdinar sebagai tersangka.
Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana mengatakan, KPK sebaiknya kembali fokus menangani kasus dugaan korupsi besar. Hal itu, untuk menjamin proses pemberantasan korupsi di negeri ini berjalan efektif.
"KPK sebaiknya kembali fokus lah menangani korupsi besar yang melibatkan sejumlah petinggi negara. Kan sudah ada kasus Hambalang, Wisma Atlet, Century, dan kasus lainnya yang harus dituntaskan," katanya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Jumat (12/10/2012).
Dia mengungkapkan, KPK harusnya tegas dalam menangani kasus dugaan korupsi. "Jika memang masih ada tersangka, segera proses, jika sudah tidak ada ya bilang sudah tidak ada, dan lanjutkan penyidikannya biar tuntas," ujarnya.
Menurutnya, Partai Demokrat akan sangat mendukung proses hukum yang dilakukan KPK kepada kadernya yang terbukti melakukan korupsi. Pasalnya, Partai Demokrat menurutnya adalah partai yang selalu mendukung pemberantasan korupsi.
Disinggung soal ancaman Angelina Sondakh yang akan membuka pihak lain yang terlibat dalam kasusnya, Sutan menegaskan jika KPK lebih tahu mengenai hal itu.
"KPK lebih tahu soal siapa yang diduga terlibat, kita ingin semuanya selesai. Agar Demokrat tidak tersandra dengan hal-hal yang tidak menguntungkan partai," ungkapnya.
Seperti diketahui, sebelumnya Ketua KPK Abraham Samad menyatakan akan ada kejutan dalam pengungkapan dugaan korupsi proyek sport center Hambalang di Bogor, Jawa Barat, yang telah menjadikan pejabat eselon II Kemenpora Dadi Kusdinar sebagai tersangka.
(lil)