Angie tidak perlu mengancam DPR
Jum'at, 12 Oktober 2012 - 06:02 WIB
Angie tidak perlu mengancam DPR
A
A
A
Sindonews.com - Terdakwa kasus dugaan suap terkait penyusunan anggaran proyek di Kemenpora dan Kemendikbud Angelina Sondakh diminta untuk secara terbuka menyebut siapa saja yang terlibat dalam kasusnya tersebut.
Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat Sutan Bhatoegana mengatakan, Angie (sapaan akrab Angelina Sondakh) sebaiknya tidak usah mengancam, seperti yang diungkap Mindo Rasalina. Angie seharusnya, langsung saja menyebut siapa saja yang terlibat dalam kasusnya itu.
"Saya juga tidak mengerti maksud dari dikorbankan, seperti yang Angie bilang. Demokrat tidak ada urusan dalam sindikat perampok uang negara," katanya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Jumat (12/10/2012).
Dia mengungkapkan, jika Angie mau terbuka dan menyebut siapa saja yang terlibat, maka itu akan mempermudah proses hukum terkait kasus yang dikembangkan dari kasus suap proyek Wisma Atlet yang menyeret Muhammad Nazaruddin dan Rosa.
Seperti diketahui, terpidana kasus suap proyek Wisma Atlet SEA Games Mindo Rosalina Manulang mengaku pernah dikunjungi Angie di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Dalam kunjungannya itu, diketahui Angie meminta Rosa untuk membantu dirinya agar terlepas dari kasus itu.
Namun, Rosa menolaknya dengan alasan semua alat komunikasinya telah disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Bagaimana Mbak saya membantu. HP saya semua disita, dan bukti percakapan semua ada di situ. Lalu Angelina Sondakh bilang: ini saya juga baru dari rumah Mas Anas. Saya nggak mau dikorbankan sendirian," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Rosa tertanggal 26 April 2012.
Dalam BAP itu juga diketahui Angie juga sempat mengatakan akan membuat tsunami yang lebih dahsyat daripada Nazar kepada DPR jika dirinya tidak 'diamankan'.
Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat Sutan Bhatoegana mengatakan, Angie (sapaan akrab Angelina Sondakh) sebaiknya tidak usah mengancam, seperti yang diungkap Mindo Rasalina. Angie seharusnya, langsung saja menyebut siapa saja yang terlibat dalam kasusnya itu.
"Saya juga tidak mengerti maksud dari dikorbankan, seperti yang Angie bilang. Demokrat tidak ada urusan dalam sindikat perampok uang negara," katanya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Jumat (12/10/2012).
Dia mengungkapkan, jika Angie mau terbuka dan menyebut siapa saja yang terlibat, maka itu akan mempermudah proses hukum terkait kasus yang dikembangkan dari kasus suap proyek Wisma Atlet yang menyeret Muhammad Nazaruddin dan Rosa.
Seperti diketahui, terpidana kasus suap proyek Wisma Atlet SEA Games Mindo Rosalina Manulang mengaku pernah dikunjungi Angie di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Dalam kunjungannya itu, diketahui Angie meminta Rosa untuk membantu dirinya agar terlepas dari kasus itu.
Namun, Rosa menolaknya dengan alasan semua alat komunikasinya telah disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Bagaimana Mbak saya membantu. HP saya semua disita, dan bukti percakapan semua ada di situ. Lalu Angelina Sondakh bilang: ini saya juga baru dari rumah Mas Anas. Saya nggak mau dikorbankan sendirian," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Rosa tertanggal 26 April 2012.
Dalam BAP itu juga diketahui Angie juga sempat mengatakan akan membuat tsunami yang lebih dahsyat daripada Nazar kepada DPR jika dirinya tidak 'diamankan'.
(lil)