BPHI: Rumah Sakit Mini Indonesia di Tanah Suci

Kamis, 11 Oktober 2012 - 08:08 WIB
BPHI: Rumah Sakit Mini...
BPHI: Rumah Sakit Mini Indonesia di Tanah Suci
A A A
Sindonews.com - Musim haji telah tiba. Persiapan dan langkah cepat dilakukan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPHI). Sorotan utama terkait dengan pelayanan kesehatan bagi calon jemaah haji Indonesia. Hal ini, karena sebagian besar calon jemaah haji Indonesia adalah lanjut usia dan jumlah jemaah Indonesia terbesar di dunia yang saat ini mencapai 211 ribu orang.

Adalah Balai pengobatan haji Indonesia menjadi ujung tombak dalam Badan Pelayanan Haji Indonesia (BPHI) yang berada di tiga titik krusial dalam proses pelaksaan haji bagi jemaah asal Indonesia yakni Jeddah, Madinah dan Makkah Arab Saudi.

Untuk di Madinah, BPHI menempati gedung dengan ruangan berlantai empat di daerah Masane Madinah Arab Saudi dan berjarak 500 meter lebih dari pemondokan jemaah di Markaziah.

BPHI memiliki delapan mobil ambulance yang dapat digunakan untuk menjemput atau menghantar jemaah yang sakit. Mobil yang ada, dapat bersifat siaga dan 'mobile' serta terpusat di BPHI, gedung yang tak jauh dari kantor daker Madinah misi haji Indonesia.

Di tempat ini sejumlah tenaga medis, dan fasilitas layaknya rumah sakit tersedia. Di sana ada fasilitas IGD, rawat inap, apotik, rontgen dan dokter spesialis dan perawat.

"Jumlah secara menyeluruh adalah 62 orang, dokter 15 terdiri dari spesialis paru, penyakit dalam, jantung, jiwa, saraf dan 30 perawat serta tenaga lainnya" ungkap kepala seksi kesehatan daker Madinah Tjetjep Ali Akbar, Rabu 10 Oktober 2012 malam.

Namun, dibalik kesederhanaan ada tanggung jawab besar menanti. Dengan fasilitas yang sederhana, diharapkan dapat memenuhi pengobatan bagi para jemaah. Perawatan diberikan adalah sebatas kemampuan dari peralatan serta perlengkapan obat yang tersedia.

Tjetjep Ali Akbar Mengakui, keberadaan BPHI adalah untuk melakukan anstisipasi dan pengobatan dini bagi para jemaah haji Indonesia. "Jika sudah tidak bisa ditangani akan di rujuk ke rumah sakit Arab Saudi," terangnya.

Jika dilihat dari ruang perawatan saat ini, BPHI tetap memberikan pelayanan secara optimal bagi jemaah. Sejauh ini sebagian besar yang dirawat adalah berusia lanjut. Namun tak dapat dapat dipungkiri, selain usia lanjut banyak dari usia muda yang juga memiliki potensi penyakit resiko tinggi di antaranya diabetes dan jantung.

Pelayanan kesehatan sudah diberikan kepada lebih dari 150 jemaah untuk rawat jalan. Perawatan rawat inap termasuk IGD juga sudah diberikan kepada lebih dari 100 orang lebih.

Sebagian dari jemaah memang masih di rawat di BPHI, dan lainnya di rujuk ke rumah sakit arab saudi dan ada yang pulih untuk kembali melakukan aktifitas.

Penambahan jumlah pasien yang meningkat pada tahun ini, juga disebabkan pos sektor yang berada dekat pemondokan jemaah tidak lagi memiliki pelayanan kesehatan.

Hal ini, lantaran pos sektor yang berada di pemondokan yang juga hotel tidak memperbolehkan pemberian pengobatan dan perawatan. Hal ini tentu saja menyebabkan jemaah yang sakit, langsung dibawa ke BPHI untuk pengobatan.

Di sisi lain, dalam perbincangan sebelumnya, Kepala Bidang Kesehatan Kementrian Agama Dr azimal menyatakan, stok obat dan peralatan yang tesedia diupayakan cukup tersedia selama musim haji dan bermanfaat bagi jemaah.

"Semua perobatan telah disiapkan dan diharapkan semua obat serta peralatan yang ada dapat memaksimalkan pelayanan kesehatan" jelasnya.

Azimal juga menyatakan, umumnya para jemaah mengalami sakit yang dibawa dari Tanah Air, influenza dan batuk filek akibat udara cuaca berbeda.

Kekeringan juga menyebakan reaksi dari penyebab filek dan batuk serta pegal akibat banyak beraktifiatas termasuk maag akibat jamaah telat makan.

Sementara itu, dalam kebijakan pemerintah Arab Saudi, persiapan untuk BPHI dalam setiap musim haji hanya bersifat tentatif. Sehingga keberadaan tempat BPHI, selain tidak tetap, perjalanan obat dan alat kesehatan lainnya dilakuakn hanya pada saat menjelang musim haji.

Di tengah keterbatasan, wajah dari para perawat dan dokter yang mendiami BPHI tampak selalu ceria. Mereka berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para jemaah yang menunaikan ibadah haji pada tahun 2012 atau 1433H.
(mhd)
Berita Terkait
Idul Adha dan Ibadah...
Idul Adha dan Ibadah Haji, Apakah Ada Hubungannya?
DPR Doakan Calon Haji...
DPR Doakan Calon Haji Indonesia Bisa Berangkat Tahun Depan
Fase Mabit Mina, Dirjen...
Fase Mabit Mina, Dirjen Haji Minta Petugas Siaga Layanan hingga 13 Zulhijah
Amalan Sebelum Shalat...
Amalan Sebelum Shalat Idul Adha yang Disunahkan Rasulullah
Ucapkan Selamat Idul...
Ucapkan Selamat Idul Adha 2022, Menag: Mari Kita Rayakan dengan Gembira
Jemaah Haji Rayakan...
Jemaah Haji Rayakan Idul Adha di Masjidil Haram Makkah
Berita Terkini
ASN BPK Ditahan KPK...
ASN BPK Ditahan KPK setelah Terjaring OTT: Saya Enggak Terima Uang, Ini Enggak Adil
Kementerian PPPA Perkuat...
Kementerian PPPA Perkuat Perlindungan Anak dari Ancaman Judol
Polri Tetapkan Founder...
Polri Tetapkan Founder PT DSI Tersangka Kasus Dugaan Penipuan
ASN BPK Kenakan Rompi...
ASN BPK Kenakan Rompi Oranye KPK
Pemerintah Hormati Putusan...
Pemerintah Hormati Putusan Kasus Andrie Yunus, Yusril: Wujud Independensi Peradilan
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved