Pilkada serentak perlu aturan jelas

Rabu, 10 Oktober 2012 - 17:07 WIB
Pilkada serentak perlu...
Pilkada serentak perlu aturan jelas
A A A
Sindonews.com - Wacana Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tentang Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dilaksanakan hanya satu putaran dan dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Indonesia, dinilai cukup berisiko.

Menurut Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti, pilihan ini agak beresiko. Karena pada faktanya, rata-rata tingkat kemenangan pasangan calon di bawah 40 persen.

"Sehingga perlu ada beberapa pengaturan yang dilakukan dalam menghadapi suasana ini," ucapnya, di Jakarta, Rabu (10/10/2012).

Lebih lanjut ia katakan, siapapun yang memperoleh suara lebih dari 40 persen, dapat ditetapkan sebagai pemenang Pilkada. Menurutnya, 40 persen ini dipatok agar tidak membuat legitimasi pemenang rendah, namun pada saat yang sama tidak terlalu sulit untuk ditetapkan sebagai pemenang.

"Mengingat jumlah peserta pilkada biasanya cukup banyak, maka batasan pemenang dinaikkan menjadi 40 persen dari yang sebelumnya 30 persen," tegasnya.

Jika selisih antara pemenang kandidat pertama dengan kandidat kedua mencapai 10 persen, maka kandidat pertama dapat dinyatakan sebagai pemenang.

"Kiat-kiat ini sudah tepat untuk merancang pilkada satu putaran tetap dengan basis legitimasi yang kuat. Selain itu, akan tercapai sistem pilkada yang pendek waktu dan efisien dalam anggaran," tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
Perludem Sebut Kerangka...
Perludem Sebut Kerangka Hukum Pilkada 2024 Potensi Bermasalah
PKB Tolak Revisi UU...
PKB Tolak Revisi UU Pilkada karena Belum Dijalankan 100 Persen
Pernah Ngotot Gelar...
Pernah Ngotot Gelar Pilkada 2020, Pemerintah Dinilai Amnesia Tolak Revisi UU Pemilu
Demonstrasi Tolak Revisi...
Demonstrasi Tolak Revisi UU Pilkada di Malang Ricuh, 2 Polisi dan 3 Jurnalis Terluka
DPR Bakal Sahkan Revisi...
DPR Bakal Sahkan Revisi UU Pilkada Jadi UU Hari Ini
Aksi Ratusan Mahasiswa...
Aksi Ratusan Mahasiswa Tolak Revisi UU Pilkada di Palembang
Berita Terkini
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Alasan Natalius Pigai...
Alasan Natalius Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Infografis
Perlu Diwaspadai, Ini...
Perlu Diwaspadai, Ini 15 Tanda Tubuh Kelebihan Kafein
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved