Gelombang pertama calhaj 2012 berakhir
Senin, 08 Oktober 2012 - 12:17 WIB
Gelombang pertama calhaj 2012 berakhir
A
A
A
Sindonews.com - Gelombang pertama jemaah calon haji (Calhaj) 2012 yang memasuki Madinah telah berakhir dengan kloter terakhir yang masuk adalah jemaah dari Embarkasi Lombok.
"Secara keseluruhan, jemaah yang sudah masuk ke Madinah mencapai 103.139 ribu orang dari 254 kloter yang terdiri atas sekitar 116 kloter mendarat di Madinah dan sisanya di Jeddah," ujar Kepala Misi Haji Indonesia Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari, di Madinah, Senin (8/10/2012).
Menurut Jauhari, sejauh ini proses kedatangan dan penempatan jemaah haji berlangsung lancar, tidak ada kendala mengenai penempatan jemaah.
"Dalam arti, tak ada jemaah yang menunggu lama. Ketika jemaah datang, pemondokan sudah tersedia. Semoga nanti gelombang kedua juga begitu, karena proses pemberangkatan jemaah gelombang dua biasanya lebih ketat," ujarnya.
Dia menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan majmuah atau penghubung pemondokan untuk mengingatkan kembali pada komitmen mereka. Jika ada yang melanggar, mereka akan langsung kena penalti yang akan ditentukan oleh pihak yang telah menandatangani kontrak dan pihak Teknis Urusan Haji (TUH).
"Tapi biasanya ada catatan merah untuk majmuah yang melanggar kontrak. Biasanya mereka tidak akan dipakai lagi dalam musim haji berikutnya," ungkap Jauhari.
Lanjutnya, hingga kini pemberangkatan jemaah ke Makkah juga berlangsung lancar meski ada jemaah yang sempat tertinggal. Menurut Jauhari, sesuai prosedur tetap (protap), jemaah yang tertinggal akan dibawa kloter berikutnya.
"Secara keseluruhan, jemaah yang sudah masuk ke Madinah mencapai 103.139 ribu orang dari 254 kloter yang terdiri atas sekitar 116 kloter mendarat di Madinah dan sisanya di Jeddah," ujar Kepala Misi Haji Indonesia Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari, di Madinah, Senin (8/10/2012).
Menurut Jauhari, sejauh ini proses kedatangan dan penempatan jemaah haji berlangsung lancar, tidak ada kendala mengenai penempatan jemaah.
"Dalam arti, tak ada jemaah yang menunggu lama. Ketika jemaah datang, pemondokan sudah tersedia. Semoga nanti gelombang kedua juga begitu, karena proses pemberangkatan jemaah gelombang dua biasanya lebih ketat," ujarnya.
Dia menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan majmuah atau penghubung pemondokan untuk mengingatkan kembali pada komitmen mereka. Jika ada yang melanggar, mereka akan langsung kena penalti yang akan ditentukan oleh pihak yang telah menandatangani kontrak dan pihak Teknis Urusan Haji (TUH).
"Tapi biasanya ada catatan merah untuk majmuah yang melanggar kontrak. Biasanya mereka tidak akan dipakai lagi dalam musim haji berikutnya," ungkap Jauhari.
Lanjutnya, hingga kini pemberangkatan jemaah ke Makkah juga berlangsung lancar meski ada jemaah yang sempat tertinggal. Menurut Jauhari, sesuai prosedur tetap (protap), jemaah yang tertinggal akan dibawa kloter berikutnya.
(mhd)