Capres Parpol mandul, butuh tokoh alternatif
Sabtu, 06 Oktober 2012 - 15:05 WIB
Capres Parpol mandul, butuh tokoh alternatif
A
A
A
Sindonews.com - Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M. Massardi menilai, Calon Presiden (Capres) yang diusung Partai Politik (Parpol) saat ini mandul dan tidak bisa menyelesaikan persoalan bangsa.
"Mereka tidak bisa memecahkan masalah bangsa, karena mereka sendiri merupakan bagian dari persoalan itu sendiri," ucap Adhie kepada wartawan dalam seminar calon presiden alternatif, di Jakarta, Sabtu (6/10/2012).
Menurutnya, selama ini masyarakat hanya cenderung diberikan figur calon dari partai politik. Padahal, masyarakat rindu akan pemimpin baru yang memiliki integritas dan berkompeten dalam mengelola negara.
"Parpol itu lebih cenderung mengedepankan ketua umumnya, mereka tidak mungkin bisa memecahkan persoalan-persoalan bangsa, maka dibutuhkan tokoh-tokoh alternatif," tambahnya.
Adhie menjelaskan, secara konstitusi hak untuk mencalonkan diri hanya diusung oleh parpol, namun parpol dianggap memonopoli kewenangannya hanya memilih orang-orang yang mengurus partainya. Dia berharap Pemilihan Presiden (pilpres) 2014 nanti dapat memunculkan tokoh baru non partai yang bisa diakomodasi dari partai dan kemudian bisa menjadi pilihan rakyat.
"Kan bisa juga menampung orang-orang lain, seperti contohnya Jokowi yang diangkat oleh partai Gerindra dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)," ucap Adhie
Terkait pencalonan beberapa politisi yang mempunyai masalah seperti Prabowo yang masih terikat kasus HAM dan Aburizal Bakri yang juga masih dengan kasus lumpur Lapindo, Adhie berpendapat, bahwa Indonesia perlu pemimpin yang sama sekali tidak terjerat kasus dan masalah.
"Mereka pasti sibuk ngurusin persoalan dirinya dulu, sementara masyarakat kan ingin persoalan lain diatasi," tukasnya.
"Mereka tidak bisa memecahkan masalah bangsa, karena mereka sendiri merupakan bagian dari persoalan itu sendiri," ucap Adhie kepada wartawan dalam seminar calon presiden alternatif, di Jakarta, Sabtu (6/10/2012).
Menurutnya, selama ini masyarakat hanya cenderung diberikan figur calon dari partai politik. Padahal, masyarakat rindu akan pemimpin baru yang memiliki integritas dan berkompeten dalam mengelola negara.
"Parpol itu lebih cenderung mengedepankan ketua umumnya, mereka tidak mungkin bisa memecahkan persoalan-persoalan bangsa, maka dibutuhkan tokoh-tokoh alternatif," tambahnya.
Adhie menjelaskan, secara konstitusi hak untuk mencalonkan diri hanya diusung oleh parpol, namun parpol dianggap memonopoli kewenangannya hanya memilih orang-orang yang mengurus partainya. Dia berharap Pemilihan Presiden (pilpres) 2014 nanti dapat memunculkan tokoh baru non partai yang bisa diakomodasi dari partai dan kemudian bisa menjadi pilihan rakyat.
"Kan bisa juga menampung orang-orang lain, seperti contohnya Jokowi yang diangkat oleh partai Gerindra dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)," ucap Adhie
Terkait pencalonan beberapa politisi yang mempunyai masalah seperti Prabowo yang masih terikat kasus HAM dan Aburizal Bakri yang juga masih dengan kasus lumpur Lapindo, Adhie berpendapat, bahwa Indonesia perlu pemimpin yang sama sekali tidak terjerat kasus dan masalah.
"Mereka pasti sibuk ngurusin persoalan dirinya dulu, sementara masyarakat kan ingin persoalan lain diatasi," tukasnya.
(rsa)