Disergap, pesawat AS sempat lolos dari radar
Selasa, 02 Oktober 2012 - 14:34 WIB
Disergap, pesawat AS sempat lolos dari radar
A
A
A
Sindonews.com - Pesawat Cessna 208 dengan nomor registrasi N354RM milik warga Amerika Serikat (AS) yang dipaksa mendarat di Base Ops Lanud TNI AU Sepinggan, Balikpapan, sempat lolos dari pantauan radar udara milik TNI AU.
Ketua Komisi I DPR Mahfuz Sidik mengatakan, keterbatasan radar udara di wilayah Indonesia Timur sempat tidak bisa mendeteksi adanya pesawat asing yang melintasi wilayah udara Indonesia.
"Peringatan pentingnya adalah ternyata pesawat tersebut melewati wilayah Indonesia, di awal belum terdeteksi radar," katanya kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/10/2012).
Dia mengungkapkan, kekurangan radar udara tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah, agar tidak ada lagi kejadian serupa. "Tidak boleh satu wilayah Indonesia, dimanapun yang tidak tercover oleh radar," ujarnya.
Dia pun membenarkan informasi jika pesawat yang dipiloti orang berkebangsaan AS itu dipaksa mendarat, setelah tidak mengikuti permintaan pihak TNI AU. "Memang tidak ada penjelasan lebih lanjut kenapa pesawat tersebut melewati wilayah Indonesia tanpa ijin, termasuk pemeriksaan terhadap pesawat," jelasnya.
Meski demikian, dia masih belum mau berspekulasi apakah penerbangan tersebut dilakukan untuk kepentingan memata-matai Indonesia. "Itu yang belum kita mendapat penjelasan, tapi mudah-mudahan tidak. Kita punya celah kosong di wilayah Indonesia yang belum tercover," tandasnya.
Ketua Komisi I DPR Mahfuz Sidik mengatakan, keterbatasan radar udara di wilayah Indonesia Timur sempat tidak bisa mendeteksi adanya pesawat asing yang melintasi wilayah udara Indonesia.
"Peringatan pentingnya adalah ternyata pesawat tersebut melewati wilayah Indonesia, di awal belum terdeteksi radar," katanya kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/10/2012).
Dia mengungkapkan, kekurangan radar udara tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah, agar tidak ada lagi kejadian serupa. "Tidak boleh satu wilayah Indonesia, dimanapun yang tidak tercover oleh radar," ujarnya.
Dia pun membenarkan informasi jika pesawat yang dipiloti orang berkebangsaan AS itu dipaksa mendarat, setelah tidak mengikuti permintaan pihak TNI AU. "Memang tidak ada penjelasan lebih lanjut kenapa pesawat tersebut melewati wilayah Indonesia tanpa ijin, termasuk pemeriksaan terhadap pesawat," jelasnya.
Meski demikian, dia masih belum mau berspekulasi apakah penerbangan tersebut dilakukan untuk kepentingan memata-matai Indonesia. "Itu yang belum kita mendapat penjelasan, tapi mudah-mudahan tidak. Kita punya celah kosong di wilayah Indonesia yang belum tercover," tandasnya.
(lil)