Dipo Alam dinilai sebagai ilmuwan yang picik
Senin, 01 Oktober 2012 - 14:35 WIB
Dipo Alam dinilai sebagai ilmuwan yang picik
A
A
A
Sindonews.com - Dipo Alam dinilai sebagai ilmuwan yang picik, karena mengkategorikan pejabat daerah yang tersangkut kasus hukum berdasarkan partai politiknya. Pasalnya, tindak pidana korupsi merupakan tindakan pribadi yang harus dipertanggungjawabkan secara pribadi.
"Saya sangat menyesalkan apa yang disampaikan Dipo Alam. Ilmuwan kok picik seperti itu, kejahatan hukum harusnya dipertanggungjawabkan secara pribadi," kata anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) TB Hasanuddin di Gedung DPR, Jakarta, Senin (1/10/2012).
Dia menegaskan, tidak ada satu pun partai politik yang memerintahkan anggotanya untuk melakukan tindak pidana korupsi. Karenanya, tindak pidana korupsi harusnya dipertanggungjawabkan secara pribadi, dan tidak mengkait-kaitkan dengan partainya.
Wakil Ketua Komisi I DPR itu juga menegaskan pengkategorian pejabat daerah yang tersangkut persoalan hukum berdasarkan partainya sangat tidak pas. "Kalau ada orang melakukan korupsi, jangan diklasifikasikan, karena itu sangat tidak pas," ujarnya.
Lebih lanjut dia menyebut, sebagai pejabat negara Dipo Alam seharusnya tidak terus mengeluarkan pernyataan yang bisa menimbulkan kontroversi di publik. Sebab, saat ini semua pihak telah setuju untuk memberantas tindak pidana korupsi hingga akarnya.
"Saya sangat menyesalkan apa yang disampaikan Dipo Alam. Ilmuwan kok picik seperti itu, kejahatan hukum harusnya dipertanggungjawabkan secara pribadi," kata anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) TB Hasanuddin di Gedung DPR, Jakarta, Senin (1/10/2012).
Dia menegaskan, tidak ada satu pun partai politik yang memerintahkan anggotanya untuk melakukan tindak pidana korupsi. Karenanya, tindak pidana korupsi harusnya dipertanggungjawabkan secara pribadi, dan tidak mengkait-kaitkan dengan partainya.
Wakil Ketua Komisi I DPR itu juga menegaskan pengkategorian pejabat daerah yang tersangkut persoalan hukum berdasarkan partainya sangat tidak pas. "Kalau ada orang melakukan korupsi, jangan diklasifikasikan, karena itu sangat tidak pas," ujarnya.
Lebih lanjut dia menyebut, sebagai pejabat negara Dipo Alam seharusnya tidak terus mengeluarkan pernyataan yang bisa menimbulkan kontroversi di publik. Sebab, saat ini semua pihak telah setuju untuk memberantas tindak pidana korupsi hingga akarnya.
(lil)