PPP usul PT diturunkan jadi 3,5 persen
Kamis, 27 September 2012 - 12:51 WIB
PPP usul PT diturunkan jadi 3,5 persen
A
A
A
Sindonews.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengusulkan agar syarat pengajuan presiden dan wakil presiden (Presidential Threshold) sama dengan parliamentary threshold yakni 3,5 persen.
Sekjen PPP M Romahurmuziy meminta partai politik (Parpol) harus legowo untuk memudahkan pencalonan presiden agar tokoh-tokoh terbaik bangsa mendapatkan kemudahan mendapatkan tiket sebagai capres.
"Presidential Threshold harus diturunkan dari 20 persen menjadi 3,5 persen, sama dengan Parliamentary Threshold," ujar Romi melalui pesan singkatnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (27/9/2012).
Kritik terhadap oligarki partai politik harus dijawab dengan mendengarkan segala aspirasi yang berkembang baik dari masyarakat atau parpol sendiri.
Presidential Threshold yang rendah diyakini akan memunculkan tokoh nasional baru yang diharapkan rakyat. Seperti tercermin tokoh nasional baru yaitu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Pemilu 2004.
"SBY dulu muncul tahun 2004 karena Presidential Threshold hanya 4 persen, situasi 2014 kurang lebih sama," ujar ketua Komisi IV ini.
Pola rekrutmen capres di internal parpol, harus terbuka dan memberi kesempatan kepada seluruh kader partai yang memiliki potensi untuk menjadi tokoh nasional.
Sekjen PPP M Romahurmuziy meminta partai politik (Parpol) harus legowo untuk memudahkan pencalonan presiden agar tokoh-tokoh terbaik bangsa mendapatkan kemudahan mendapatkan tiket sebagai capres.
"Presidential Threshold harus diturunkan dari 20 persen menjadi 3,5 persen, sama dengan Parliamentary Threshold," ujar Romi melalui pesan singkatnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (27/9/2012).
Kritik terhadap oligarki partai politik harus dijawab dengan mendengarkan segala aspirasi yang berkembang baik dari masyarakat atau parpol sendiri.
Presidential Threshold yang rendah diyakini akan memunculkan tokoh nasional baru yang diharapkan rakyat. Seperti tercermin tokoh nasional baru yaitu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Pemilu 2004.
"SBY dulu muncul tahun 2004 karena Presidential Threshold hanya 4 persen, situasi 2014 kurang lebih sama," ujar ketua Komisi IV ini.
Pola rekrutmen capres di internal parpol, harus terbuka dan memberi kesempatan kepada seluruh kader partai yang memiliki potensi untuk menjadi tokoh nasional.
(ysw)