Kader baru

Rabu, 26 September 2012 - 07:44 WIB
Kader baru
Kader baru
A A A
Kemenangan pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran kedua versi hitung cepat semua lembaga survei, mempunyai efek besar terhadap perpolitikan di Tanah Air.

Banyak yang berpandangan bahwa kemenangan Jokowi-Basuki bisa menjadi cerminan pertarungan politik pada Pemilu 2014. Dua partai pendukung Jokowi-Basuki merasa mendapat efek positif dari kemenangan ini. Kemenangan ini juga mendongkrak dua kandidat calon presiden yang mereka jagokan, yaitu Megawati Soekarnoputri dan Prabowo.

Namun, exit poll salah satu lembaga survei menyebut, justru nama Prabowo yang melambung akibat kemenangan Jokowi-Basuki.

Rupanya Pilgub DKI Jakarta putaran kedua dilanjutkan dengan hiruk-pikuk siapa yang akan bertanding pada Pemilihan Presiden 2014 nanti. Beberapa nama lama kembali mencuat, bahkan terdongkrak popularitas dan elektabilitasnya.

Rakyat Indonesia kembali disuguhi nama-nama lama yang ingin memimpin negeri ini. Kebanyakan, nama-nama itu pun kader murni dari parpol atau kader yang memang lebih banyak berkiprah di partai politik.

Kader-kader nonpartisan atau yang tidak banyak berkiprah di organisasi politik justru hanya sedikit yang dimunculkan. Padahal, jika mau becermin pada hasil hitung cepat Pilgub DKI Jakarta putaran kedua, masyarakat lebih memandang figur calon pemimpin dibandingkan asal parpol pengusung.

Kemenangan Jokowi-Basuki banyak yang meyakini karena lebih dipengaruhi kekuatan figur keduanya daripada pengaruh parpol. Apalagi, Jokowi-Basuki bukanlah kader organik dari sebuah parpol, keduanya adalah kader nonorganik (di luar struktur organisasi) yang mempunyai rekam jejak yang moncer.

Jadi, jika setelah Pilkada DKI Jakarta putaran kedua banyak parpol yang justru menonjolkan kekuatan parpol, dan mesinnya untuk 2014 nanti, tampaknya harus dikaji ulang.

Hasil Pilgub DKI Jakarta putaran kedua menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat sudah jengah dengan ulah parpol. Popularitas parpol memang tengah menurun. Banyak yang menganggap parpol merupakan sumber persoalan bangsa ini, meski pendapat tersebut tidak sepenuhnya benar.

Hal yang terjadi saat ini, masyarakat butuh figur yang mempunyai rekam jejak bagus dan tidak mudah ditarik oleh kepentingan parpol.

Semestinya ini yang menjadi acuan parpol untuk mempersiapkan pertarungan pada 2014. Singkat kata, kader organik parpol akan sulit mendapatkan tempat di masyarakat. Jika ingin berjaya pada 2014, parpol harus melebarkan pandangan, tidak hanya pada kader organiknya.

Apakah ada kader-kader nonorganik parpol yang mempunyai rekam jejak bagus? Jika kita mau menelisik, negeri ini mempunyai kader-kader yang mempunyai rekam jejak sangat bagus.

Banyak kader yang saat ini bekerja di kementerian, gubernur, menjadi wali kota atau bupati, bertugas di BUMN, dan lainnya memiliki rekam jejak sangat bagus. Bahkan masih banyak kader bangsa yang tidak menjadi bagian parpol dengan rekam jejak sangat bagus dan telah berjuang untuk perbaikan bangsa ini.

Sudah waktunya parpol menawarkan kader-kader baru kepada masyarakat. Kader-kader lama yang selama ini ditawarkan lebih baik menjadi pihak-pihak di belakang layar dalam membangun negeri ini.

Biarkanlah negeri ini ditata oleh kader-kader bangsa yang lebih muda. Kader-kader baru ini bisa 'dijual' ke masyarakat karena mempunyai rekam jejak yang bagus dan parpol berkewajiban mendorongnya.

Kita semua yakin, parpol-parpol menyadari ini, namun mungkin yang menjadi hambatan adalah kepentingan-kepentingan individu dan kelompok lebih mendominasi organisasi parpol. Namun, jika memang kepentingan bangsa yang dikedepankan parpol harus berani memunculkan kader-kader baru untuk betarung pada 2014 nanti. Masyarakat menanti keberanian parpol. (*)
(lil)
Berita Terkait
Sudah Saatnya Harga...
Sudah Saatnya Harga BBM Turun
Bahan Pangan Aman, Distribusi...
Bahan Pangan Aman, Distribusi Bisa Tersendat
Korona dan Kebangkitan...
Korona dan Kebangkitan Produk Dalam Negeri
Mengandalkan Sektor...
Mengandalkan Sektor Konsumsi
Mendata Masyarakat Miskin...
Mendata Masyarakat Miskin Baru
Reaktivasi Rumah Ibadah...
Reaktivasi Rumah Ibadah Tak Cukup Regulasi
Berita Terkini
Fenomena Matahari Tepat...
Fenomena Matahari Tepat di Atas Kakbah, Kemenag Verifikasi Arah Kiblat di 725.669 Titik
Periksa Anggota BPK...
Periksa Anggota BPK Bobby Rizaldi, KPK Dalami Dugaan Pengaturan Opini WTP Pemkab Muara Enim
Hari Ini, Tersangka...
Hari Ini, Tersangka Don Ritto dan Barang Bukti Dilimpahkan ke Kejagung
Hendardi Beberkan 3...
Hendardi Beberkan 3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah oleh Kejagung: Keberanian KPK Sedang Diuji
3 Brigjen Pol Dimutasi...
3 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri ke Divkum Polri pada Juni 2026, Ini Daftar Namanya
M Jasin Dorong KPK Ambil...
M Jasin Dorong KPK Ambil Alih Kasus Febrie Andriansyah: Jangan Ewuh Pakewuh
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved