Megawati harus pilih, aktor atau king maker?
Rabu, 26 September 2012 - 07:27 WIB
Megawati harus pilih, aktor atau king maker?
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri harus berubah dari yang tadi seorang aktor menjadi king maker. Hal itu penting untuk kemenangan partai dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 yang akan datang.
"Yang jelas, sosok Mega harus berubah dari aktor jadi king maker," ujar Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto saat berbincang dengan Sindonews, di Jakarta, Selasa (25/9/2012).
Ditambahkan dia, posisi Megawati saat ini masih gamang. Partai masih belum menentukan sikap, apakah Megawati maju atau tidak dalam bursa pencalonan Presiden dua tahun yang akan datang.
"Menurut saya, posisi Mega belum final, apakah akan maju lagi atau tidak di Pilpres 2014. Jika Mega tetap maju, maka tentu harus ada strategi untuk tidak menjadikan Prabowo terus memperoleh keuntungan politis dari posisi Jokowi di DKI," terangnya.
Ditambahkan dia, jika PDIP memutuskan Megawati maju menjadi calon Presiden, maka keduanya akan bersaing memperebutkan kursi Presiden.
"Makanya seluruh potensi pemenangan keduanya akan menjadi area pertarungan baru. Namun, jika keduanya masih bisa bernegosiasi untuk berkoalisi di Pilpres 2014, dengan catatan salah satunya bersedia mengajukan calon di RI-2," tambahnya.
Lebih lanjut, Gun Gun melihat, sudah saatnya Megawati menjadi king maker untuk memajukan kandidat potensial lain, selain dirinya untuk dampingi Prabowo di Pilpres.
"Jika melihat trend yang terjadi belakangan memang yang paling berpotensi di Pemilu 2014, PDIP harus melakukan regenerasi dengan memajukan kandidat lain selain Mega," tukasnya.
"Yang jelas, sosok Mega harus berubah dari aktor jadi king maker," ujar Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto saat berbincang dengan Sindonews, di Jakarta, Selasa (25/9/2012).
Ditambahkan dia, posisi Megawati saat ini masih gamang. Partai masih belum menentukan sikap, apakah Megawati maju atau tidak dalam bursa pencalonan Presiden dua tahun yang akan datang.
"Menurut saya, posisi Mega belum final, apakah akan maju lagi atau tidak di Pilpres 2014. Jika Mega tetap maju, maka tentu harus ada strategi untuk tidak menjadikan Prabowo terus memperoleh keuntungan politis dari posisi Jokowi di DKI," terangnya.
Ditambahkan dia, jika PDIP memutuskan Megawati maju menjadi calon Presiden, maka keduanya akan bersaing memperebutkan kursi Presiden.
"Makanya seluruh potensi pemenangan keduanya akan menjadi area pertarungan baru. Namun, jika keduanya masih bisa bernegosiasi untuk berkoalisi di Pilpres 2014, dengan catatan salah satunya bersedia mengajukan calon di RI-2," tambahnya.
Lebih lanjut, Gun Gun melihat, sudah saatnya Megawati menjadi king maker untuk memajukan kandidat potensial lain, selain dirinya untuk dampingi Prabowo di Pilpres.
"Jika melihat trend yang terjadi belakangan memang yang paling berpotensi di Pemilu 2014, PDIP harus melakukan regenerasi dengan memajukan kandidat lain selain Mega," tukasnya.
(san)