Prabowo lebih diuntungkan daripada Megawati

Rabu, 26 September 2012 - 07:07 WIB
Prabowo lebih diuntungkan...
Prabowo lebih diuntungkan daripada Megawati
A A A
Sindonews.com - Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto mengatakan, kemenangan fenomenal Joko Widodo (Jokowi) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI telah menaikkan popularitas dan elektabilitas orang-orang yang ada dibelakangnya.

"Menurut saya memang ini akan turut menaikan popularitas dan elektabilitas orang-orang yang turut menjadi pendorong Jokowi, misalnya Mega dan Prabowo. Tetapi dalam konteks pemanfaatan momentum kemenangan Jokowi kemarin, nampak 'free-ride publicity' lebih banyak digunakan oleh Prabowo daripada Mega," ujarnya saat berbincang dengan Sindonews, di Jakarta, Rabu (26/9/2012).

Dia menambahkan, pernyataan-pernyataan politik Prabowo saat Jokowi menang, nampak memperoleh ruang lebih dibanding pernyataan-pernyataan Megawati. Sehingga wajar, jika banyak pihak termasuk bingkai pemberitaan media yang lebih memosisikan Prabowo lebih banyak dibanding Megawati.

"Saya kira pernyataan Taufik Kiemas itu tak bisa kita lepaskan dari konteks kontestasi di Pemilukada DKI yang dimenangkan oleh Jokowi-Basuki. Kecenderungannya memang ada posisi menguntungkan bagi popularitas dan elektabilitas Prabowo sebagai Capres 2014," terangnya.

Menurutnya, pernyataan Kiemas merupakan bagian dari manajemen pengelolaan isu untuk membuka kemungkinan-kemungkinan ke depan. Hal itu mengingat belum finalnya Megawati maju atau tidak pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

Seperti diberitakan sebelumnya, setelah penghitungan cepat Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012 dilakukan dan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), popularitas Prabowo Subianto terus melonjak. Diduga, kemenangan Jokowi menjadi pemicu makin naiknya popularitas Prabowo.

Seperti tertuang dalam hasil survei Saiful Mujani Reseach and Consulting (SMRC) misalkan. Prabowo disebut-sebut mendapat untung besar dari kemenangan Jokowi di putaran kedua.

"Kapok juga, tapi enggak mau jadi anak kecil. Untung semua wartawan ngomong. Jadi bahagia juga kita. Saya rasa pasti pikirannya begitu. Tapi kan yang ngomong bukan kader PDIP," ujar Taufiq di Gedung DPR, Jakarta, Senin 24 September 2012.
(san)
Berita Terkait
Demokrat Gabung KIM,...
Demokrat Gabung KIM, Politikus PDIP: Mengingatkan Pilpres 2014
SMRC Prediksi Elektabilitas...
SMRC Prediksi Elektabilitas Ganjar Bisa Lampaui Jokowi saat Pilpres 2014
Gerindra Masih Berusaha...
Gerindra Masih Berusaha Rayu PAN, Ingatkan Pilpres 2014 dan 2019
Hasto Optimistis Sejarah...
Hasto Optimistis Sejarah Tradisi Kemenangan 2014 dan 2019 Kembali Terukir di Pilpres 2024
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Swiss vs Argentina:...
Swiss vs Argentina: Bayangan Hantu Trauma 2014
Berita Terkini
Jelang Muktamar NU ke-35,...
Jelang Muktamar NU ke-35, KH Zulfa Mustofa Dorong Kebangkitan Tradisi Menulis Kitab
Sidang Dokter Tifa Kembali...
Sidang Dokter Tifa Kembali Digelar Hari Ini, Akankah Jokowi Datang?
Perencanaan Matang dan...
Perencanaan Matang dan Value for Money Kunci Keberhasilan Modernisasi Alutsista
Sekjen Demokrat Buka...
Sekjen Demokrat Buka Suara soal Isu Capres Minimal Diusung 3 Partai: Belum Pernah Dibahas
Aksi Heroik Pilot Marinir...
Aksi Heroik Pilot Marinir yang Gugur Ditembak demi Selamatkan Kopassus Di Timtim
Statistikulasi dan Cerita...
Statistikulasi dan Cerita Produksi Beras Indonesia yang 'Wow'
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved