Kerjasama KPK-TNI pertajam konflik KPK-Polri
Minggu, 16 September 2012 - 12:44 WIB
Kerjasama KPK-TNI pertajam konflik KPK-Polri
A
A
A
Sindonews.com - Kerjasama antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan TNI dalam bentuk peminjaman rumah tahanan (rutan) dinilai semakin mempertajam hubungan antara KPK dengan Polri. Polri, dianggap semakin khawatir akan ada perwiranya yang ditahan di Rutan TNI itu.
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, perseteruan antara KPK dengan Polri akan semakin membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pusing. Pasalnya, KPK mulai melibatkan TNI dalam kinerjanya dengan meminjam Rutan Guntur milik TNI.
"Manuver KPK yang meminjam Rutan TNI ternyata berhasil membuat para Pati (Perwira Tinggi) Polri cemas, dan ciut nyali. Kecemasan ini kian tinggi ketika beredar kabar KPK mulai mengusut sejumlah dugaan korupsi di Polri," katanya melalui siaran persnya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (16/9/2012).
Dia menjelaskan, elit Polri khawatir para perwiranya yang dijadikan tersangka kasus dugaan korupsi oleh KPK, dan ditahan di Rutan TNI itu. Bahkan, Polri sampai menarik 20 orang penyidiknya yang selama ini diperbantukan ke KPK.
Dia mengungkapkan, penarikan 20 dari 110 orang penyidik Polri dari KPK adalah bagian dari aksi balasan Polri terhadap manuver KPK yang mulai melibatkan TNI. "Jika konflik antara KPK dengan Polri menajam, diperkirakan Presiden SBY akan pusing melihat perangkat-perangkat di bawahnya saling cakar," ujarnya.
Namun menurutnya, konflik antara KPK dengan Polri itu juga akan membuat membuat penanganan kasus korupsi besar seperti kasus Century, Wisma Atlet, dan Hambalang menjadi terus mengambang, dan tidak akan pernah tuntas.
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, perseteruan antara KPK dengan Polri akan semakin membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pusing. Pasalnya, KPK mulai melibatkan TNI dalam kinerjanya dengan meminjam Rutan Guntur milik TNI.
"Manuver KPK yang meminjam Rutan TNI ternyata berhasil membuat para Pati (Perwira Tinggi) Polri cemas, dan ciut nyali. Kecemasan ini kian tinggi ketika beredar kabar KPK mulai mengusut sejumlah dugaan korupsi di Polri," katanya melalui siaran persnya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (16/9/2012).
Dia menjelaskan, elit Polri khawatir para perwiranya yang dijadikan tersangka kasus dugaan korupsi oleh KPK, dan ditahan di Rutan TNI itu. Bahkan, Polri sampai menarik 20 orang penyidiknya yang selama ini diperbantukan ke KPK.
Dia mengungkapkan, penarikan 20 dari 110 orang penyidik Polri dari KPK adalah bagian dari aksi balasan Polri terhadap manuver KPK yang mulai melibatkan TNI. "Jika konflik antara KPK dengan Polri menajam, diperkirakan Presiden SBY akan pusing melihat perangkat-perangkat di bawahnya saling cakar," ujarnya.
Namun menurutnya, konflik antara KPK dengan Polri itu juga akan membuat membuat penanganan kasus korupsi besar seperti kasus Century, Wisma Atlet, dan Hambalang menjadi terus mengambang, dan tidak akan pernah tuntas.
(lil)