KPK akan ciptakan neraka bagi koruptor
Selasa, 11 September 2012 - 00:42 WIB
KPK akan ciptakan neraka bagi koruptor
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad berjanji akan menciptakan "neraka" bagi koruptor, dimanapun mereka berada. Karena kejahatan terbesar umat manusia, selain menghilangkan nyawa orang lain adalah korupsi.
"Ada beberapa contoh kasus seperti Nazarudin, Nunun Nurbaiti bisa lari, bisa berpindah dari satu negara ke negara lain. Oleh karena itu, salah satu tujuan lokarya Mutual Legal Assistance ini untuk mempersempit ruang gerak koruptor," ujar Abrahan disela acara Internasional Cooperation & Mutual Legal Assistance di Yogyakarta, Senin (10/9/2012).
Abraham memastikan, negara-negara Asia Tenggara seperti Brunei Darusalam, Malaysia, Thailand, Singgapura, Kamboja, Filiphina, Vietnam, dan Laos yang tergabung dalam lokakarya ini memiliki misi yang sama untuk memerangi koruptor lintas negara.
"Harapannya dengan lokarya ini, kita semakin kuat. Semangat untuk memerangi tindak pidana korupsi lintas negara semakin bertambah. Kita ingin mempersempit ruang gerak koruptor melalui kerjasama internasional ini," jelasnya.
Dengan begitu, tidak ada tempat bagi koruptor untuk sembunyi. "Saya tegaskan tidak ada tempat yang aman bagi koruptor dimanapun dia pergi. Tidak ada surga bagi koruptor kemanapun dia lari. Sebenarnya itu intinya dari pertemuan ini," jelasnya.
Internasional Cooperation & Mutual Legal Assistance akan berlangsung selama tiga hari, mulai 10-13 September yang akan datang. Diharapkan, pertemuan itu akan memperkaya atau menambah mitra KPK di dunia Internasional.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan menambah informasi serta pertukaran antar negara, mulai investigasi bersama, pelacakan asset, pertukaran barang bukti dan saksi, dan bantuan hukum timbal balik dalam masalah pidana MLA dan kejahatan trans nasional dan internasional.
"Ada beberapa contoh kasus seperti Nazarudin, Nunun Nurbaiti bisa lari, bisa berpindah dari satu negara ke negara lain. Oleh karena itu, salah satu tujuan lokarya Mutual Legal Assistance ini untuk mempersempit ruang gerak koruptor," ujar Abrahan disela acara Internasional Cooperation & Mutual Legal Assistance di Yogyakarta, Senin (10/9/2012).
Abraham memastikan, negara-negara Asia Tenggara seperti Brunei Darusalam, Malaysia, Thailand, Singgapura, Kamboja, Filiphina, Vietnam, dan Laos yang tergabung dalam lokakarya ini memiliki misi yang sama untuk memerangi koruptor lintas negara.
"Harapannya dengan lokarya ini, kita semakin kuat. Semangat untuk memerangi tindak pidana korupsi lintas negara semakin bertambah. Kita ingin mempersempit ruang gerak koruptor melalui kerjasama internasional ini," jelasnya.
Dengan begitu, tidak ada tempat bagi koruptor untuk sembunyi. "Saya tegaskan tidak ada tempat yang aman bagi koruptor dimanapun dia pergi. Tidak ada surga bagi koruptor kemanapun dia lari. Sebenarnya itu intinya dari pertemuan ini," jelasnya.
Internasional Cooperation & Mutual Legal Assistance akan berlangsung selama tiga hari, mulai 10-13 September yang akan datang. Diharapkan, pertemuan itu akan memperkaya atau menambah mitra KPK di dunia Internasional.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan menambah informasi serta pertukaran antar negara, mulai investigasi bersama, pelacakan asset, pertukaran barang bukti dan saksi, dan bantuan hukum timbal balik dalam masalah pidana MLA dan kejahatan trans nasional dan internasional.
(san)