Wajib militer wajib ada
Jum'at, 07 September 2012 - 18:10 WIB
Wajib militer wajib ada
A
A
A
Sindonews.com - Keberadaan komponen cadangan (Komcad) diperlukan dalam sistem pertahanan dan keamanan. Pasalnya, Komcad bisa digerakkan untuk operasi militer selain perang (OMSP) seperti penanggulangan bencana alam.
Pengamat Intelijen Wawan H Purwanto mengungkapkan, Komcad efektif pada kondisi negara bebas ancaman. "Komcad bisa menjadi kekuatan alternatif, bukan soal bertempur," katanya dalam Seminar Nasional 'RUU Komponen Cadangan Upaya Wujudkan Sishankamrata' di SMA 106 Pekayon, Jakarta, Jumat (7/9/2012).
Dia mengungkapkan, seharusnya berbagai komponen masyarakat tidak memandang miring wajib militer (wamil) yang akan diatur dalam Komcad. Sebab di berbagai negara maju, wamil tetap berjalan dan memberi hasil efektif bagi penguatan sistem pertahanan keamanan.
Bahkan menurutnya, negara serumpun Malaysia juga telah menerapkan wamil untuk membina generasi muda yang tangguh untuk ikut membangun negara dalam sistem pertahanan dan keamanan.
Dia mengungkapkan, dalam kondisi negara yang bebas dari operasi militer perang (OMP), Komcad harus disiapkan untuk mengantisipasi serangan keamanan.
"Dalam kondisi aman, justru Komcad harus lebih siap agar tak ada yang melecehkan. Misalnya, dalam persoalan perebutan wilayah," jelas dia.
Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam RUU Komcad, warga sipil dipersiapkan untuk mendapat pelatihan militer. "Selanjutnya, sewaktu-waktu mereka dapat dikerahkan dan dimobilisasi untuk memperbesar serta memperkuat kekuatan dan kemampuan TNI," tandasnya.
Pengamat Intelijen Wawan H Purwanto mengungkapkan, Komcad efektif pada kondisi negara bebas ancaman. "Komcad bisa menjadi kekuatan alternatif, bukan soal bertempur," katanya dalam Seminar Nasional 'RUU Komponen Cadangan Upaya Wujudkan Sishankamrata' di SMA 106 Pekayon, Jakarta, Jumat (7/9/2012).
Dia mengungkapkan, seharusnya berbagai komponen masyarakat tidak memandang miring wajib militer (wamil) yang akan diatur dalam Komcad. Sebab di berbagai negara maju, wamil tetap berjalan dan memberi hasil efektif bagi penguatan sistem pertahanan keamanan.
Bahkan menurutnya, negara serumpun Malaysia juga telah menerapkan wamil untuk membina generasi muda yang tangguh untuk ikut membangun negara dalam sistem pertahanan dan keamanan.
Dia mengungkapkan, dalam kondisi negara yang bebas dari operasi militer perang (OMP), Komcad harus disiapkan untuk mengantisipasi serangan keamanan.
"Dalam kondisi aman, justru Komcad harus lebih siap agar tak ada yang melecehkan. Misalnya, dalam persoalan perebutan wilayah," jelas dia.
Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam RUU Komcad, warga sipil dipersiapkan untuk mendapat pelatihan militer. "Selanjutnya, sewaktu-waktu mereka dapat dikerahkan dan dimobilisasi untuk memperbesar serta memperkuat kekuatan dan kemampuan TNI," tandasnya.
(lil)