Pemerintah dorong program inovatif
Kamis, 30 Agustus 2012 - 07:58 WIB
Pemerintah dorong program inovatif
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan pemerintah akan mendorong program inovatif demi meningkatkan kecerdasan anak sehingga mampu berkompetisi di tingkat global.Hal ini diutarakan SBY pada puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2012 di Theater Imax Keong Mas Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Rabu 29 Agustus 2012. SBY menekankan, anakanak nantinya akan dihadapkan pada kompetisi global yang keras.
Jadi, selain memberikan perhatian pada peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan bagi anakanak, pemerintah harus memberikan ruang yang lebih besar untuk program-program inovatif. Hal ini searah dengan keinginan pemerintah melihat lebih banyak lagi anak-anak dan remaja Indonesia yang berprestasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, bidang olahraga, bidang seni, serta bidang lain di tingkat nasional maupun internasional.
“Karena masa depan anak-anak yang cerah juga menjadi masa depan yang lebih baik bagi kehidupan bangsa kita,” ucap SBY. Tak lama setelah memulai pidatonya, SBY berhenti. Dia menunjuk pada anak-anak yang berada di Theater Imax Keong Mas. “Ada satu dua yang tidur. Jangan tidur ya. Coba tolong dibangunkan. Barangkali mengantuk,” ujar SBY. Suasana pun langsung hening. SBY lalu melanjutkan pidatonya.
Dia menggarisbawahi pentingnya melindungi anakanak dari berbagai bentuk kejahatan, kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi untuk menjamin tumbuh kembang yang baik.”Pepatah bijak mengatakan, semua bunga hari esok adalah benih-benih hari ini,” imbuhnya. SBY mengingatkan, saat ini orang tua kerap mengalami culture shock dan future shock,menganggap anak-anaknya memiliki cara berpikir,pergaulan,serta mindset yang menyimpang dari nilai-nilai seharusnya.
“Pandangan seperti itu,sampai batas tertentu, barangkali benar.Tapi pada sisi lain juga bisa jadi ada per-masalahan antara pemikiran orang tua dengan masa di mana anak-anaknya berada sekarang ini.Dalam kaitan itu, orang tua tidak lagi tepat untuk sekadar mengatakan,‘ Jangan ini, jangan itu,’ kepada anaknya,”jelas SBY. Sementara itu, Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, peringatan HAN diharapkan akan meningkatkan kepedulian seluruh lapisan masyarakat terhadap masalah anak sebagai isu nasional maupun global.
Peringatan puncak HAN tahun ini mendapuk Kementerian Agama sebagai panitia acara. Hadir pada acara itu,Ibu Negara Ani Yudhoyono,Menko Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Agum Gumelar.Tahun ini pemerintah memberikan penghargaan tokoh inspirasi anak kepada Pak Raden dan keluarga Bapak-Ibu Kasur.
Jadi, selain memberikan perhatian pada peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan bagi anakanak, pemerintah harus memberikan ruang yang lebih besar untuk program-program inovatif. Hal ini searah dengan keinginan pemerintah melihat lebih banyak lagi anak-anak dan remaja Indonesia yang berprestasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, bidang olahraga, bidang seni, serta bidang lain di tingkat nasional maupun internasional.
“Karena masa depan anak-anak yang cerah juga menjadi masa depan yang lebih baik bagi kehidupan bangsa kita,” ucap SBY. Tak lama setelah memulai pidatonya, SBY berhenti. Dia menunjuk pada anak-anak yang berada di Theater Imax Keong Mas. “Ada satu dua yang tidur. Jangan tidur ya. Coba tolong dibangunkan. Barangkali mengantuk,” ujar SBY. Suasana pun langsung hening. SBY lalu melanjutkan pidatonya.
Dia menggarisbawahi pentingnya melindungi anakanak dari berbagai bentuk kejahatan, kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi untuk menjamin tumbuh kembang yang baik.”Pepatah bijak mengatakan, semua bunga hari esok adalah benih-benih hari ini,” imbuhnya. SBY mengingatkan, saat ini orang tua kerap mengalami culture shock dan future shock,menganggap anak-anaknya memiliki cara berpikir,pergaulan,serta mindset yang menyimpang dari nilai-nilai seharusnya.
“Pandangan seperti itu,sampai batas tertentu, barangkali benar.Tapi pada sisi lain juga bisa jadi ada per-masalahan antara pemikiran orang tua dengan masa di mana anak-anaknya berada sekarang ini.Dalam kaitan itu, orang tua tidak lagi tepat untuk sekadar mengatakan,‘ Jangan ini, jangan itu,’ kepada anaknya,”jelas SBY. Sementara itu, Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, peringatan HAN diharapkan akan meningkatkan kepedulian seluruh lapisan masyarakat terhadap masalah anak sebagai isu nasional maupun global.
Peringatan puncak HAN tahun ini mendapuk Kementerian Agama sebagai panitia acara. Hadir pada acara itu,Ibu Negara Ani Yudhoyono,Menko Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Agum Gumelar.Tahun ini pemerintah memberikan penghargaan tokoh inspirasi anak kepada Pak Raden dan keluarga Bapak-Ibu Kasur.
(ysw)