SBY akui aparat pemerintah, DPR & polisi korup
Kamis, 16 Agustus 2012 - 15:44 WIB
SBY akui aparat pemerintah, DPR & polisi korup
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui di era pemerintahannya korupsi merajalela. Korupsi menjalar dari aparat pemerintah di pusat, daerah, hingga anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta aparat kepolisian.
"Harus saya akui, ternyata masih banyak pelaku tindak pidana korupsi, baik dari jajaran pemerintahan, pemerintah daerah, DPR dan DPRD, hingga aparat penegak hukum," ujar Presiden SBY dalam pidato kenegaraan di depan sidang bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2012).
Tindak pidana korupsi, sambung SBY, banyak terjadi di daerah-daerah. Hal itu terjadi karena buruknya sistem rekrutmen pegawai di kalangan birokrasi, proses pengadaan barang dan jasa, hingga di sejumlah pelayanan publik. Modusnya korupsinya pun beragam, mulai dari yang sederhana berupa suap dan gratifikasi, hingga yang paling kompleks dan mengarah pada tindak pidana pencucian uang.
"Karena itulah, pemberantasan tindak pidana korupsi harus terus kita jalankan. Jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kejaksaan Agung, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai institusi penegak hukum, harus betul-betul saling mendukung dan menguatkan," imbuhnya.
Jika terus demikian, percuma ekonomi dan pendapatan negara naik. Karena anggaran besar yang harusnya digunakan untuk membiayai pembangunan dan kemaslahatan umat, justru dimakan untuk keperluan pribadi.
"Sikap saya jelas, bahwa antar penegak hukum harus menjalin kebersamaan, bukan bersaing secara tidak sehat dan saling melemahkan. Menegakkan hukum tanpa pandang bulu, adalah kuncinya. Jika terjadi perbedaan pandangan, proses hukum harus tetap berjalan lurus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang mengaturnya," terangnya.
Untuk itu, SBY sangat mendukung kinerja KPK yang telah bekerja keras membersihkan negeri ini dari koruptor. Rasa terima kasih terhadap KPK juga disampaikannya. Dia berharap, lembaga lain seperti kejaksaan dan Polri dapat memiliki semangat seperti KPK dalam memberantas korupsi.
"Dalam kaitan ini semua, peran KPK sangat penting. Kita berterima kasih kepada KPK atas ketegasan dan kerja kerasnya. Tentu saja kita juga mendorong jajaran Kepolisian, Kejaksaan Agung (Kejagung), dan jajaran Mahkamah Agung (MA) untuk juga melakukan hal yang sama," ungkapnya.
"Harus saya akui, ternyata masih banyak pelaku tindak pidana korupsi, baik dari jajaran pemerintahan, pemerintah daerah, DPR dan DPRD, hingga aparat penegak hukum," ujar Presiden SBY dalam pidato kenegaraan di depan sidang bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2012).
Tindak pidana korupsi, sambung SBY, banyak terjadi di daerah-daerah. Hal itu terjadi karena buruknya sistem rekrutmen pegawai di kalangan birokrasi, proses pengadaan barang dan jasa, hingga di sejumlah pelayanan publik. Modusnya korupsinya pun beragam, mulai dari yang sederhana berupa suap dan gratifikasi, hingga yang paling kompleks dan mengarah pada tindak pidana pencucian uang.
"Karena itulah, pemberantasan tindak pidana korupsi harus terus kita jalankan. Jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kejaksaan Agung, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai institusi penegak hukum, harus betul-betul saling mendukung dan menguatkan," imbuhnya.
Jika terus demikian, percuma ekonomi dan pendapatan negara naik. Karena anggaran besar yang harusnya digunakan untuk membiayai pembangunan dan kemaslahatan umat, justru dimakan untuk keperluan pribadi.
"Sikap saya jelas, bahwa antar penegak hukum harus menjalin kebersamaan, bukan bersaing secara tidak sehat dan saling melemahkan. Menegakkan hukum tanpa pandang bulu, adalah kuncinya. Jika terjadi perbedaan pandangan, proses hukum harus tetap berjalan lurus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang mengaturnya," terangnya.
Untuk itu, SBY sangat mendukung kinerja KPK yang telah bekerja keras membersihkan negeri ini dari koruptor. Rasa terima kasih terhadap KPK juga disampaikannya. Dia berharap, lembaga lain seperti kejaksaan dan Polri dapat memiliki semangat seperti KPK dalam memberantas korupsi.
"Dalam kaitan ini semua, peran KPK sangat penting. Kita berterima kasih kepada KPK atas ketegasan dan kerja kerasnya. Tentu saja kita juga mendorong jajaran Kepolisian, Kejaksaan Agung (Kejagung), dan jajaran Mahkamah Agung (MA) untuk juga melakukan hal yang sama," ungkapnya.
(san)