Butuh pemimpin tegas

Kamis, 16 Agustus 2012 - 09:43 WIB
Butuh pemimpin tegas
Butuh pemimpin tegas
A A A
Sindonews.com - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto berpendapat bangsa Indonesia ke depan membutuhkan pemimpin yang mampu menjaga stabilitas keamanan dan menegakkan supremasi hukum secara tegas.

“Dengan menjaga stabilitas keamanan dan menegakkan hukum secara tegas, pada akhirnya bisa mendorong masyarakat menjadi lebih sejahtera,” kata Endriartono Sutarto pada acara berbuka puasa bersama sekaligus peluncuran website pribadinya di Jakarta kemarin.

Pada kesempatan tersebut hadir sejumlah tokoh masyarakat, purnawirawan perwira tinggi TNI, dan pers. Menurut Endriartono, penegakan hukum di Indonesia saat ini belum tegas dan kurang memiliki rasa keadilan. Dia mencontohkan seseorang yang terbukti melakukan korupsi hingga ratusan miliar divonis dengan hukuman tiga tahun penjara, tapi dipotong remisi.

“Koruptor tersebut setelah bebas memiliki uang banyak, tapi rakyat miskin yang sudah bekerja keras tetap saja miskin,” ujarnya.

Dia mengatakan, penegakan hukum harus tegas dan proporsional, tidak boleh pilih kasih. Pelaku korupsi yang terbukti bersalah, selain divonis hukuman penjara, juga hartanya hasil korupsinya disita sehingga turut merasakan hidup sederhana.

Menurut dia, pemimpin Indonesia ke depan tidak bisa hanya mengklaim pertumbuhan ekonomi secara makro pada tingkatan tertentu misalnya 6,5 persen, tapi tidak mencermati pertumbuhan ekonomi mikronya.

Dengan pertumbuhan ekonomi makro tersebut, harus dicermati lebih jauh berapa banyak warga masyarakat yang menikmatinya. “Jika yang menikmati baru segelintir orang itu namanya belum adil,” ungkapnya.

Dia menegaskan, calon pemimpin Indonesia mendatang harus mampu memimpin dan bisa menyelesaikan semua persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia. Ditanya bagaimana tanggapannya terhadap namanama tokoh yang sudah disebut- sebut sebagai calon presiden, Endriartono enggan mengomentarinya.

“Saya tidak etis mengomentarinya. Silakan saja rakyat yang memilih dengan pertimbangannya masing-masing,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Endriartono juga menyatakan gelisah melihat perkembangan bangsa Indonesia saat ini di mana kesenjangan sosial masyarakat tetap tinggi. Karena itu, dia berusaha menyampaikan pikiran dan pandangannya soal bangsa dan negara melalui website pribadinya yang diharapkan dapat membuka wawasan dan memberikan pencerahan bagi masyarakat.

Di bagian lain, Bupati Sumenep, Jawa Timur A Busyro Karim menyatakan, kinerja sebagian pegawai negeri sipil (PNS) menurun selama Ramadan dengan memanfaatkan alasan akan salat zuhur di rumah.

“Selama Ramadan, kami memang memberlakukan jam kerja mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB tanpa waktu istirahat. Sesuai laporan yang kami terima, sebagian PNS tidak terlihat di kantornya ketika waktu salat zuhur dan baru datang menjelang pukul 14.00 WIB,” ujarnya kemarin.

Menurut dia, salah satu konsekuensi penetapan jam kerja mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB pada Senin hingga Kamis selama Ramadan adalah PNS melaksanakan salat zuhur di kantornya.

“Kami berani mengambil kebijakan tersebut karena di setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Sumenep memiliki musala, bahkan ada yang bangunannya sudah menyerupai masjid,” ucapnya.
(lns)
Berita Terkait
Gugat Penetapan Capres...
Gugat Penetapan Capres 2014 dan 2019, Bonatua Bawa Novum Baru ke PTUN
Moderator Debat Capres...
Moderator Debat Capres 2014 Zainal Arifin Mochtar: 2024 Harus Menarik, Bukan Hanya Nanya dan Dijawab
Revisi UU Desa, Bacapres...
Revisi UU Desa, Bacapres Ganjar dan Puan Ungkap tentang Kesejahteraan
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Swiss vs Argentina:...
Swiss vs Argentina: Bayangan Hantu Trauma 2014
Rakernas PDIP Rekomendasikan...
Rakernas PDIP Rekomendasikan Perpanjangan Masa Jabatan Kades Jadi 9 Tahun
Berita Terkini
Jadi Saksi Dalam Sprindik...
Jadi Saksi Dalam Sprindik Baru, Kejagung Sebut Status Tersangka Febrie Adriansyah dari Polri Tak Gugur
Harlah ke-28 PKB, Panji...
Harlah ke-28 PKB, Panji Bangsa Gelar Turnamen Mini Soccer Inklusif
Kualitas Negara Hukum...
Kualitas Negara Hukum Terletak dari Kemampuan Aparat Menjaga Hati Nurani
Bakamla Gelar Latihan...
Bakamla Gelar Latihan Menembak di Perairan Dekat Pulau Galang
Gus Ipul Respons Wacana...
Gus Ipul Respons Wacana Cak Imin soal Pemimpin Baru PBNU: Baik untuk Didiskusikan
Kubu Roy Suryo: Saksi...
Kubu Roy Suryo: Saksi Ahli Polda Metro Jaya Tidak Paham UU ITE
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved