Politik belum terbuka untuk capres muda
Selasa, 14 Agustus 2012 - 08:53 WIB
Politik belum terbuka untuk capres muda
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Ketua MPR dari Partai Golkar Hajriyanto Y Thohari mengatakan, budaya politik di negara ini belum mengenal calon presiden (capres) muda.
Hal ini dipengaruhi ungkapan di tengah masyarakat seperti kaduk wani kurang duga yang artinya 'anak muda kelewat berani kurang perhitungan'. Menurut dia, untuk memimpin dan mengelola Indonesia yang sangat besar, majemuk, dan kompleks ini, tidak bisa hanya mengandalkan usia muda dan asal berani.
"Negara dengan karakteristik yang sedemikian kompleks memerlukan pemimpin yang matang dan berpengalaman," katanya di Jakarta, Senin (13 Agustus 2012) kemarin.
Dia menyatakan, yang dibutuhkan Indonesia adalah calon pemimpin yang memiliki prestasi dan reputasi panjang agar masyarakat pun dengan mudah mengetahui apakah tokoh tersebut bersih dari korupsi atau tidak.
Tokoh muda belum teruji reputasi antikorupsinya. Belakangan ini bahkan telah terbukti ada beberapa tokoh muda cenderung melakukan tindak korupsi.
Hal ini dipengaruhi ungkapan di tengah masyarakat seperti kaduk wani kurang duga yang artinya 'anak muda kelewat berani kurang perhitungan'. Menurut dia, untuk memimpin dan mengelola Indonesia yang sangat besar, majemuk, dan kompleks ini, tidak bisa hanya mengandalkan usia muda dan asal berani.
"Negara dengan karakteristik yang sedemikian kompleks memerlukan pemimpin yang matang dan berpengalaman," katanya di Jakarta, Senin (13 Agustus 2012) kemarin.
Dia menyatakan, yang dibutuhkan Indonesia adalah calon pemimpin yang memiliki prestasi dan reputasi panjang agar masyarakat pun dengan mudah mengetahui apakah tokoh tersebut bersih dari korupsi atau tidak.
Tokoh muda belum teruji reputasi antikorupsinya. Belakangan ini bahkan telah terbukti ada beberapa tokoh muda cenderung melakukan tindak korupsi.
(mhd)