Parpol Islam ideal usung Mahfud MD
Jum'at, 10 Agustus 2012 - 05:58 WIB
Parpol Islam ideal usung Mahfud MD
A
A
A
Sindonews.com - Parpol-parpol berbasis Islam dinilai ideal mengusung Ketua Mahkamah Kons titusi (MK) Mahfud MD sebagai calon presiden (capres) 2014.
“Mahfud berlatar belakang santri dan berasal dari keluarga NU (Nahdlatul Ulama). Dia sosok yang bisa diterima semua parpol Islam karena karakter cendekiawan dan keislamannya kuat. Dari aspek akademis, Mahfud juga terca tat sebagai guru besar di Univer sitas Islam Indonesia dan sejumlah univer sitas,” ungkap pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto di Jakarta kemarin.
“Kinerja Mahfud sudah teruji. Dia pun dikenal sebagai sosok yang berintegritas tinggi. Sangat layak menjadi kandidat alternatif dalam Pilpres 2014 yang diusung koalisi parpolparpol Islam,” kata Gun Gun.
Menurut dia, dengan mengusung Mahfud, elektabilitas parpol-parpol Islam yang selama ini selalu berkutat di papan tengah berpotensi menyodok ke papan atas.
Terutama saat mereka menggencarkan sosialisasi pencapresan Mahfud. “Mahfud memiliki magnet elektoral yang sangat tinggi sehingga mampu mendongkrak suara parpol yang sejak awal mendeklarasikan akan mengusung dirinya di pilpres,” tandas Gun Gun.
Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung Asep Warlan Yusuf menilai, figur-figur kunci dari parpol berbasis Islam belum mampu bersaing dengan figur dari parpol besar seperti Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum DPP Partai Gol kar Aburizal Bakrie (Ical).
Satu-satunya figur kunci dari kalangan parpol berbasis Islam yang memiliki peluang besar untuk muncul pada 2014 hanya Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa.
“Figur-figur lainnya dari parpol Islam tidak mampu meningkatkan elektabilitas partai mereka. PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), PKS (Partai Keadilan Sejahtera), dan PPP (Partai Persatuan Pembangunan) memang harus men cari figur eksternal baik dari parpol maupun nonparpol,” papar Asep.
Dalam hal ini, lanjut dia, parpol Islam bisa saja berharap pada mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).
Guru Besar Hukum Tata Negara Unpar ini menambahkan, dengan angka parliamentary threshold (PT) 3,5 persen serta presidential threshold kemungkinan dipatok di angka 25 persen, parpol-parpol Islam harus memper baiki elektabilitas agar diperhi tungkan dalam bursa koalisi.
“Maksimalkan dulu mesin politik di pemilu legislatif baru berpikir mengusung capres bersama,” kata Asep.
Di tempat terpisah, pakar komunikasi politik dari Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung Deddy Mulyana memandang, figur-figur yang potensial dan kuat menjadi capres alternatif yakni Mahfud MD, Dahlan Iskan, Anies Baswe dan, Anis Matta, dan lainnya memiliki track record yang bersih di mata masyarakat, tidak ingin idealisme serta reputasinya terganggu karena diusung oleh parpol yang sudah tidak dipercaya publik.
“Memang baik parpol-parpol menengah mengincar capres alternatif. Tapi mau tidak figur-figur itu dipinang dengan pertimbangan reputasi dan idealisme? Kan belum tentu,” ucap Deddy.
“Mahfud berlatar belakang santri dan berasal dari keluarga NU (Nahdlatul Ulama). Dia sosok yang bisa diterima semua parpol Islam karena karakter cendekiawan dan keislamannya kuat. Dari aspek akademis, Mahfud juga terca tat sebagai guru besar di Univer sitas Islam Indonesia dan sejumlah univer sitas,” ungkap pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto di Jakarta kemarin.
“Kinerja Mahfud sudah teruji. Dia pun dikenal sebagai sosok yang berintegritas tinggi. Sangat layak menjadi kandidat alternatif dalam Pilpres 2014 yang diusung koalisi parpolparpol Islam,” kata Gun Gun.
Menurut dia, dengan mengusung Mahfud, elektabilitas parpol-parpol Islam yang selama ini selalu berkutat di papan tengah berpotensi menyodok ke papan atas.
Terutama saat mereka menggencarkan sosialisasi pencapresan Mahfud. “Mahfud memiliki magnet elektoral yang sangat tinggi sehingga mampu mendongkrak suara parpol yang sejak awal mendeklarasikan akan mengusung dirinya di pilpres,” tandas Gun Gun.
Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung Asep Warlan Yusuf menilai, figur-figur kunci dari parpol berbasis Islam belum mampu bersaing dengan figur dari parpol besar seperti Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum DPP Partai Gol kar Aburizal Bakrie (Ical).
Satu-satunya figur kunci dari kalangan parpol berbasis Islam yang memiliki peluang besar untuk muncul pada 2014 hanya Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa.
“Figur-figur lainnya dari parpol Islam tidak mampu meningkatkan elektabilitas partai mereka. PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), PKS (Partai Keadilan Sejahtera), dan PPP (Partai Persatuan Pembangunan) memang harus men cari figur eksternal baik dari parpol maupun nonparpol,” papar Asep.
Dalam hal ini, lanjut dia, parpol Islam bisa saja berharap pada mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).
Guru Besar Hukum Tata Negara Unpar ini menambahkan, dengan angka parliamentary threshold (PT) 3,5 persen serta presidential threshold kemungkinan dipatok di angka 25 persen, parpol-parpol Islam harus memper baiki elektabilitas agar diperhi tungkan dalam bursa koalisi.
“Maksimalkan dulu mesin politik di pemilu legislatif baru berpikir mengusung capres bersama,” kata Asep.
Di tempat terpisah, pakar komunikasi politik dari Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung Deddy Mulyana memandang, figur-figur yang potensial dan kuat menjadi capres alternatif yakni Mahfud MD, Dahlan Iskan, Anies Baswe dan, Anis Matta, dan lainnya memiliki track record yang bersih di mata masyarakat, tidak ingin idealisme serta reputasinya terganggu karena diusung oleh parpol yang sudah tidak dipercaya publik.
“Memang baik parpol-parpol menengah mengincar capres alternatif. Tapi mau tidak figur-figur itu dipinang dengan pertimbangan reputasi dan idealisme? Kan belum tentu,” ucap Deddy.
(lns)