KPK-Polri siap bersepakat
Selasa, 07 Agustus 2012 - 16:27 WIB
KPK-Polri siap bersepakat
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah optimistis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri akan segera menemukan jalan keluar terkait penanganan kasus dugaan korupsi simulator kemudi mobil dan motor tahun anggaran 2011.
"Adalah (jalan keluar). Ada pintu masuk, pasti ada pintu keluar. Jangan terlalu pesimis, jangan terlalu fokus pada persengketaannya. Fokus pada masalahnya dulu," kata Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto di Kantor Pertamina, Jakarta, Selasa (7/8/2012).
Dia mengatakan, semua pihak harus bersabar menunggu hasil pertemuan antara pimpinan KPK dengan Kapolri yang dijadwalkan dalam waktu dekat. "Polri tahu ada indikasi korupsi di situ, KPK juga sama. Sama-sama menindak, sekarang masih rebutan. Mereka mau ketemu, tunggu hasil pertemuannya. Itu saja kok repot," ketusnya.
Saat dikonfirmasi mengapa tidak Presiden langsung yang turun tangan, Djoko menegaskan jika Presiden telah meminta dirinya untuk menjadi mediator dalam kasus tersebut.
"Presiden mengutus saya bertemu dulu dengan mereka. Hasilnya seperti apa nanti dilaporkan kepada beliau," ujarnya.
Sementara terkait pertemuan Kapolri dengan para penasihatnya kemarin di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Djoko menilai hal itu sah-sah saja. "Apa enggak boleh mengadakan pertemuan. Kalau KPK mengadakan pertemuan enggak boleh juga. Jadi jangan selalu diambil negatif," tuturnya.
"Adalah (jalan keluar). Ada pintu masuk, pasti ada pintu keluar. Jangan terlalu pesimis, jangan terlalu fokus pada persengketaannya. Fokus pada masalahnya dulu," kata Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto di Kantor Pertamina, Jakarta, Selasa (7/8/2012).
Dia mengatakan, semua pihak harus bersabar menunggu hasil pertemuan antara pimpinan KPK dengan Kapolri yang dijadwalkan dalam waktu dekat. "Polri tahu ada indikasi korupsi di situ, KPK juga sama. Sama-sama menindak, sekarang masih rebutan. Mereka mau ketemu, tunggu hasil pertemuannya. Itu saja kok repot," ketusnya.
Saat dikonfirmasi mengapa tidak Presiden langsung yang turun tangan, Djoko menegaskan jika Presiden telah meminta dirinya untuk menjadi mediator dalam kasus tersebut.
"Presiden mengutus saya bertemu dulu dengan mereka. Hasilnya seperti apa nanti dilaporkan kepada beliau," ujarnya.
Sementara terkait pertemuan Kapolri dengan para penasihatnya kemarin di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Djoko menilai hal itu sah-sah saja. "Apa enggak boleh mengadakan pertemuan. Kalau KPK mengadakan pertemuan enggak boleh juga. Jadi jangan selalu diambil negatif," tuturnya.
(lil)