Demokrat utamakan kader internal

Selasa, 07 Agustus 2012 - 05:43 WIB
Demokrat utamakan kader...
Demokrat utamakan kader internal
A A A
Sindonews.com - Partai Demokrat tetap akan memprioritaskan figur dari internal meski sangat membuka diri bagi para tokoh potensial dari luar untuk diusung menjadi calon presiden (capres) 2014.

Ketua DPP Partai Demokrat M Jafar Hafsah menyatakan, tokoh potensial dari kalangan kader Demokrat akan lebih diutamakan untuk diusung sebagai capres dibanding figur eksternal.

Menurut Jafar, Demokrat memiliki banyak tokoh kuat yang elektabilitas dan popularitasnya bagus misalnya Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

“Peluang bagi nonkader tentu ada. Kami sangat terbuka. Hanya, semua bergantung tingkat dukungan rakyat. Itu faktor utama penentuan capres Demokrat. Kalau ternyata seimbang, tentu lebih baik bagi Demokrat untuk mengusung kader sendiri yang dukungan dari internalnya pun sudah pasti lebih tinggi,” ungkap Jafar di Jakarta kemarin.

Dia juga mengingatkan, selain elektabilitas dan popularitas, rekam jejak figur juga merupakan hal yang penting dan sangat dipertimbangkan dalam memilih kandidat yang bakal diusung baik sebagai capres maupun sebagai calon wakil presiden (cawapres).

“Intinya, menyangkut semua aspek termasuk kualitas kepemimpinan, kapasitas, kapabilitas, prospek, dan visi. Perkembangan di masyarakat kemudian digodok oleh partai lalu dipetakan hingga akhirnya ditentukan oleh Majelis Tinggi Partai Demokrat,” tandas ketua Fraksi Partai Demokrat MPR itu.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie mengungkapkan, Partai Demokrat sedang mencermati sejumlah figur profesional yang dinilai telah banyak memberi kontribusi bagi bangsa dan negara.

“Yang penting, tidak ada kasus. Kalau orangnya bagus dari berbagai segi, kenapa tidak kita dorong? Lebih baik lagi kalau setara dengan Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono),” kata ketua DPR ini.

Marzuki juga memandang, capres alternatif tidak mesti muncul dari jalur parpol. Jangan pula parpol menutup kesempatan figur tersebut untuk muncul. Jangan sampai oligarki partai menutup ruang dan peluang anak bangsa yang potensial menjadi capres dan cawapres.

Terlebih, proses rekrutmen dan kaderisasi parpol masih banyak bermasalah.

“Kalau memaksakan tokoh tertentu dengan menutup peluang tokoh lain, kita tidak akan pernah mendapatkan pemimpin yang berkualitas untuk negara ini,” paparnya.

Dia menambahkan, sebaiknya parpol tidak memaksakan diri memasang ketua umum sebagai capres seperti yang dilakukan Partai Golkar dengan Aburizal Bakrie (Ical). Apalagi bila kapasitas dan integritasnya kurang mendukung.
Lantas, siapa saja figur alternatif dari eksternal yang dijagokannya?
Marzuki menyebut nama Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini, Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto, Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar, dan Menteri Keuangan Agus Martowardojo.

Di tempat terpisah, Ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto Y Thohari memandang, kekuatan parpol antara lain ditentukan kekuatan tokoh-tokohnya. Parpol yang memiliki satu atau beberapa tokoh yang kuat dan memiliki “nilai jual” tinggi di mata masyarakat berpeluang meraih suara signifikan dalam pemilu.

“Bagaimanapun, figur atau tokoh partai adalah simbol dan personifikasi partai bersangkutan. Lihat saja fenomena SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) pada 2014 meski Partai Demokrat hanya meraih 7 persen suara,” kata salah satu wakil ketua MPR ini.

Menurut dia, sulit dibayangkan jika tokoh puncak sebuah parpol hanya orang biasa. Parpolnya pun akan terbawa menjadi parpol biasa-biasa.

Akan sangat berat bagi parpol tersebut untuk mengangkat dirinya ke tempat yang terhormat di kancah perpolitikan nasional. Meski begitu,Hajriyanto mengakui bahwa mesin politik dan jaringan partai tak kalah penting.
(lns)
Berita Terkait
Demokrat Gabung KIM,...
Demokrat Gabung KIM, Politikus PDIP: Mengingatkan Pilpres 2014
Pidato Politik Ketua...
Pidato Politik Ketua Umum Partai Demokrat
Gerindra Masih Berusaha...
Gerindra Masih Berusaha Rayu PAN, Ingatkan Pilpres 2014 dan 2019
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Capres Resmi Partai...
Capres Resmi Partai Demokrat dalam Pilpres AS, Siapakah Joe Biden?
Kuasai Demokrat, Batu...
Kuasai Demokrat, Batu Loncatan Moeldoko Menuju Pilpres 2024?
Berita Terkini
Bacakan Duplik, Polda...
Bacakan Duplik, Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Tetap Minta Praperadilan Roy Suryo Ditolak
KPK Diminta Supervisi...
KPK Diminta Supervisi Kasus Dugaan Korupsi Mantan Jampidsus demi Integritas Penegakan Hukum
Terima Bantuan Ambulans...
Terima Bantuan Ambulans dari Korpri, Tito: Sangat Berarti bagi Masyarakat Terdampak Bencana Sumatera
Menembus Batas Geografis,...
Menembus Batas Geografis, Layanan VIOLA Menjadi Jembatan Asa JKN di Ujung Negeri
Mendagri Minta Pemda...
Mendagri Minta Pemda Perkuat Pengendalian Inflasi agar Tetap di Bawah Target Pemerintah
Febrie Adriansyah Tersangka...
Febrie Adriansyah Tersangka Korupsi, Kejagung Bentuk Tim Penyidik Khusus
Infografis
Jokowi Tidak Akan Mencampuri...
Jokowi Tidak Akan Mencampuri Urusan Internal Partai Demokrat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved