PT nasional rawan konflik
Senin, 30 Juli 2012 - 08:55 WIB
PT nasional rawan konflik
A
A
A
Sindonews.com - Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mencium potensi konflik yang cukup besar apabila parliamentary threshold (PT) 3,5 persen akhirnya benar-benar diberlakukan secara nasional.
Peneliti Perludem August Mellaz mengatakan, masih ada sebagian kalangan yang menilai pemberlakuan PT secara nasional akan menggugurkan keberagaman politik di daerah.
“Ini kan ibarat api dalam sekam. Kalau tidak diantisipasi bisa bahaya sebab parpol yang secara nasional meraih PT 3,5 persen belum tentu memiliki kekuatan yang sama di daerah. Kalau ternyata kekuatan mereka di daerah tidak terakomodasi, pasti akan terjadi kemarahan. Bagaimana kalau ini terjadi serentak dan tersebar di banyak daerah, sulit dibayangkan betapa berbahaya,” ungkap Mellaz di Jakarta kemarin.
Mellaz berharap Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggerakkan semua jajarannya di daerah untuk menyosialisasikan aturan baru ini sambil menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait uji materi pasal yang mengaturnya dalam UU Pemilu.
Peneliti Perludem August Mellaz mengatakan, masih ada sebagian kalangan yang menilai pemberlakuan PT secara nasional akan menggugurkan keberagaman politik di daerah.
“Ini kan ibarat api dalam sekam. Kalau tidak diantisipasi bisa bahaya sebab parpol yang secara nasional meraih PT 3,5 persen belum tentu memiliki kekuatan yang sama di daerah. Kalau ternyata kekuatan mereka di daerah tidak terakomodasi, pasti akan terjadi kemarahan. Bagaimana kalau ini terjadi serentak dan tersebar di banyak daerah, sulit dibayangkan betapa berbahaya,” ungkap Mellaz di Jakarta kemarin.
Mellaz berharap Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggerakkan semua jajarannya di daerah untuk menyosialisasikan aturan baru ini sambil menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait uji materi pasal yang mengaturnya dalam UU Pemilu.
(lns)