SBY dinilai berupaya main aman
Rabu, 25 Juli 2012 - 09:41 WIB
SBY dinilai berupaya main aman
A
A
A
Sindonews.com - Peringatan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap para menteri dari partai politik untuk mundur bila ingin lebih fokus berpolitik dinilai bermotif untuk mengamankan citra SBY sendiri.
Pengamat politik dari The Indonesia Institute Hanta Yuda memaparkan, semua partai anggota koalisi pendukung pemerintah mendapat keuntungan elektoral seperti akses kekuasaan, dan akses ekonomi politik. Koalisi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009, kata dia, dibangun bukan atas dasar kesamaan ideologi, melainkan bagi-bagi kekuasaan.
Ultimatum SBY, lanjut Hanta, sekaligus menggambarkan 'pesan' politik SBY bahwa problem pemerintahan bukan hanya problem SBY. Hal ini diperkuat dengan pernyataan SBY sebelumnya bahwa 50 persen instruksi Presiden kepada menteri tidak dijalankan.
"Karena itu, warning SBY kepada menteri dari partai itu dimaksudkan untuk mengoreksi pilihan politik SBY sendiri melalui koalisi yang disusun setelah Pemilu 2009. Di sisi lain, SBY tidak mau disalahkan sendirian bila kinerja pemerintahannya dinilai buruk. Saya melihat pesan lebih ditujukan ke eksternal," kata Hanta.
Namun, ada imbas lain yang terjadi dengan ultimatum SBY ini. Hanta yakin bisa jadi nanti akan terjadi dualisme loyalitas.
Pengamat politik dari The Indonesia Institute Hanta Yuda memaparkan, semua partai anggota koalisi pendukung pemerintah mendapat keuntungan elektoral seperti akses kekuasaan, dan akses ekonomi politik. Koalisi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009, kata dia, dibangun bukan atas dasar kesamaan ideologi, melainkan bagi-bagi kekuasaan.
Ultimatum SBY, lanjut Hanta, sekaligus menggambarkan 'pesan' politik SBY bahwa problem pemerintahan bukan hanya problem SBY. Hal ini diperkuat dengan pernyataan SBY sebelumnya bahwa 50 persen instruksi Presiden kepada menteri tidak dijalankan.
"Karena itu, warning SBY kepada menteri dari partai itu dimaksudkan untuk mengoreksi pilihan politik SBY sendiri melalui koalisi yang disusun setelah Pemilu 2009. Di sisi lain, SBY tidak mau disalahkan sendirian bila kinerja pemerintahannya dinilai buruk. Saya melihat pesan lebih ditujukan ke eksternal," kata Hanta.
Namun, ada imbas lain yang terjadi dengan ultimatum SBY ini. Hanta yakin bisa jadi nanti akan terjadi dualisme loyalitas.
(lil)