Pancasila jangan jadi agama bayangan
Selasa, 10 Juli 2012 - 17:53 WIB
Pancasila jangan jadi agama bayangan
A
A
A
Sindonews.com – Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais meminta agar bangsa Indonesia diminta untuk tidak melebih-lebihkan peran Pancasila, apalagi sampai mengultuskannya.
“Pancasila jangan sampai diposisikan seperti agama bayangan atau agama semu. Pancasila jangan dikultuskan, Pancasila jangan di sembah-sembah, dan Pancasila jangan menggusur agama,” ujar Amien dalam Seminar Nasional Empat Pilar Berbangsa yang digelar Fraksi PAN MPR di Jakarta, Selasa (10/7/2012).
Mantan Ketua MPR ini menjelaskan, posisi dan perlakuan terhadap Pancasila pada jaman Orde Baru memang sangat berlebihan. Pada masa itu Pancasila seakan-akan menjadi agama bayangan atau agama semu baru yang ditanamkan melalui penataran P4. Padahal Pancasila adalah buatan manusia dan sama sekali bukan wahyu Illahi sebagaimana kitab suci.
“Menurut saya penataran P4 yang diajarkan pada Orde Baru sangat berlebihan karena menjadikan Pancasila seolah-olah sebagai agama semu. Memang penting bagi seluruh rakyat Indonesia untuk memahami Pancasila sebagai ideologi negara dan falsafah negara. Namun jangan dikultuskan,” tegasnya.
Seminar Nasional Empat Pilar Berbangsa Fraksi PAN sendiri diikuti sekitar 400 pemuda dan sejumlah elemen masyarakat. Seminar ini juga diikuti sejumlah petinggi PAN seperti Ketua Fraksi PAN MPR Tjatur Sapto Edy, Patrialis Akbar, dan beberapa anggota DPR lainnya.
Amien menjelaskan, konsep Pancasila secara eksplisit ditawarkan oleh Bung Karno dalam pidato 1 Juni. Pada waktu itu, kata dia, Bung Karno juga menawarkan bahwa lima sila itu bisa saja diperas lagi menjadi tiga sila yakni: Sosio-ekonomi, Sosio-politik, dan Ketuhanan. Bahkan Bung Karno juga menawarkan untuk diperas lagi menjadi satu sila saja, yakni gotong-royong.
“Tapi ini malah tidak jelas. Rumusan Pancasila yakni lima sila itulah yang paling pas sebagai sebuah ideologi negara,” tegasnya.
“Pancasila jangan sampai diposisikan seperti agama bayangan atau agama semu. Pancasila jangan dikultuskan, Pancasila jangan di sembah-sembah, dan Pancasila jangan menggusur agama,” ujar Amien dalam Seminar Nasional Empat Pilar Berbangsa yang digelar Fraksi PAN MPR di Jakarta, Selasa (10/7/2012).
Mantan Ketua MPR ini menjelaskan, posisi dan perlakuan terhadap Pancasila pada jaman Orde Baru memang sangat berlebihan. Pada masa itu Pancasila seakan-akan menjadi agama bayangan atau agama semu baru yang ditanamkan melalui penataran P4. Padahal Pancasila adalah buatan manusia dan sama sekali bukan wahyu Illahi sebagaimana kitab suci.
“Menurut saya penataran P4 yang diajarkan pada Orde Baru sangat berlebihan karena menjadikan Pancasila seolah-olah sebagai agama semu. Memang penting bagi seluruh rakyat Indonesia untuk memahami Pancasila sebagai ideologi negara dan falsafah negara. Namun jangan dikultuskan,” tegasnya.
Seminar Nasional Empat Pilar Berbangsa Fraksi PAN sendiri diikuti sekitar 400 pemuda dan sejumlah elemen masyarakat. Seminar ini juga diikuti sejumlah petinggi PAN seperti Ketua Fraksi PAN MPR Tjatur Sapto Edy, Patrialis Akbar, dan beberapa anggota DPR lainnya.
Amien menjelaskan, konsep Pancasila secara eksplisit ditawarkan oleh Bung Karno dalam pidato 1 Juni. Pada waktu itu, kata dia, Bung Karno juga menawarkan bahwa lima sila itu bisa saja diperas lagi menjadi tiga sila yakni: Sosio-ekonomi, Sosio-politik, dan Ketuhanan. Bahkan Bung Karno juga menawarkan untuk diperas lagi menjadi satu sila saja, yakni gotong-royong.
“Tapi ini malah tidak jelas. Rumusan Pancasila yakni lima sila itulah yang paling pas sebagai sebuah ideologi negara,” tegasnya.
(hyk)