Korupsi jadi alat saling jegal
Senin, 09 Juli 2012 - 16:31 WIB
Korupsi jadi alat saling jegal
A
A
A
Sindonews.com - Kasus korupsi menjadi tren baru yang digunakan untuk saling menjatuhkan dalam perpolitikan di Indonesia saat ini. Hal itu digunakan setelah sebelumnya para politikus menggunakan persoalan dalam Pemilu untuk menggugat pemerintahan yang ada.
"Ada suasana yang saling menjatuhkan, dan yang paling efektif untuk menjatuhkan dalam politik sekarang adalah kasus korupsi. Makanya saya sudah lama ingatkan, ke depannya kita akan menemukan tren saling mengadukan kasus dugaan korupsi," kata Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti, saat dihubungi di Jakarta, Senin (9/7/2012).
Dia mengungkapkan, saat ini partai politik (Parpol) terkesan saling menyerang pencitraannya, dengan menggunakan kader-kadernya yang terseret kasus dugaan korupsi. "Korupsi sendiri memang saat ini menjadi sorotan utama masyarakat Indonesia. Karena tidak sedikit anggota dari lembaga pemerintah, dan DPR yang terbukti melakukan korupsi," ujarnya.
Seperti diketahui, saat ini sudah Zulkarnaen Djabar yang merupakan anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Golkar yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap. Sebelumnya, telah ada juga M Nazaruddin dan Angelina Sondakh yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Terbaru, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Siti Hartati Murdaya dicegah bepergian ke luar negeri, karena kasus dugaan suap penerbitan hak guna usaha (HGU) lahan perkebunan PT Hardaya Inti Plantation di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.
"Ada suasana yang saling menjatuhkan, dan yang paling efektif untuk menjatuhkan dalam politik sekarang adalah kasus korupsi. Makanya saya sudah lama ingatkan, ke depannya kita akan menemukan tren saling mengadukan kasus dugaan korupsi," kata Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti, saat dihubungi di Jakarta, Senin (9/7/2012).
Dia mengungkapkan, saat ini partai politik (Parpol) terkesan saling menyerang pencitraannya, dengan menggunakan kader-kadernya yang terseret kasus dugaan korupsi. "Korupsi sendiri memang saat ini menjadi sorotan utama masyarakat Indonesia. Karena tidak sedikit anggota dari lembaga pemerintah, dan DPR yang terbukti melakukan korupsi," ujarnya.
Seperti diketahui, saat ini sudah Zulkarnaen Djabar yang merupakan anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Golkar yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap. Sebelumnya, telah ada juga M Nazaruddin dan Angelina Sondakh yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Terbaru, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Siti Hartati Murdaya dicegah bepergian ke luar negeri, karena kasus dugaan suap penerbitan hak guna usaha (HGU) lahan perkebunan PT Hardaya Inti Plantation di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.
(lil)