Indonesia Disebut sebagai Produsen APD Terbanyak di Dunia

Senin, 06 April 2020 - 16:03 WIB
Indonesia Disebut sebagai...
Indonesia Disebut sebagai Produsen APD Terbanyak di Dunia
A A A
JAKARTA - Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo memaparkan di hadapan Komisi VIII DPR secara virtual, pihaknya tengah melakukan pengadaan sejumlah alat kesehatan (alkes) dan alat pelindung diri (APD) meskipun tidak mudah, karena semua negara membutuhkan hal serupa.

Tapi dia bersyukur, karena di tengah pandemi ini, Indonesia ternyata menjadi produsen APD terbanyak di dunia dan APD itu berstandar WHO. Bahkan, negara maju pun ikut berebut alkes, APD dan peralatan medis lainnya saat ini.

"Selanjutnya ada sejumlah usulan yang sedang dalam proses, khususnya soal ventilator, reagent, rapid test, dan banyak perlengkapan medis lainnya yang sedang dalam l proses pengadaan," kata Doni dalam paparannya di Rapat Kerja (Raker) Virtual dengan Komisi VIII DPR, Senin (6/4/2020).

"Memang tidak mudah bapak pimpinan, karena ternyata hampir semua negara besar saat ini rebutan masker, rebutan APD, rebutan rapid test, rebutan apa saja, karena ternyata barang-barang selama ini kita pilih negara maju ikut punya, ternyata mereka tidak memiliki," sambungnya.

(Baca juga: Pemerintah Belum Setujui PSBB yang Diusulkan Sejumlah Daerah)

Seperti APD kata Doni, ternyata APD paling banyak diproduksi di Indonesia. "Dan Alhamdulillah, nanti kami laporkan, kita sudah bisa ke depan memproduksi APD dengan bahan baku lokal berdasarkan sertifikat dari WHO," ujarnya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini menjelaskan, sejumlah APD dan alkes yang ada sudah sebagian terdistribusi. Cadangan yang ada di gudang meskipun berkurang, selalu ada barang yang masuk. "Hari ini ada tambahan lagi pak pimpinan, 105 ribu APD," imbuhnya.

Karena itu dia mengungkapkan, selama 2 hari terakhir ini dirinya merasa sedikit tenang karena tidak ada lagi kepala rumah sakit (RS) yang mengirimkan pesan terkait kekurangan APD. Karena, setiap malam dia selalu menunggu pesan dari para kepala RS tersebut terkait kekurangan APD.

"Biasanya saya tiap malam harus menunggu sampai jam 2 dini hari untuk memastikan rumah-rumah sakit mendapatkan APD," terangnya.
(maf)
Berita Terkait
BNPB Ajak 115 Organisasi...
BNPB Ajak 115 Organisasi Sinergi Penanggulangan Bencana dan Atasi Corona
Jangan Kaget jika Jumlah...
Jangan Kaget jika Jumlah Positif Corona Naik Pekan Depan, Ini Penyebabnya
Temukan Kasus Positif...
Temukan Kasus Positif Corona, Pemerintah Target Tes PCR 10 Ribu Per Hari
Saat Pandemi Corona,...
Saat Pandemi Corona, Banjir Terjang Ratusan Rumah di Sejumlah Wilayah
Perlindungan Tenaga...
Perlindungan Tenaga Kesehatan dan Pasien Upaya Antisipasi Lonjakan Kasus COVID-19
Kabar Baik, Pasien Sembuh...
Kabar Baik, Pasien Sembuh COVID-19 Tembus Angka 1.002 Orang
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved